22 Orang Dinyatakan Positif, Kantor Bappeda Jatim Jadi Episentrum Penularan Corona
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kantor Bappeda Jatim telah menjadi episentrum atau pusat penularan virus corona (COVID-19) usai 22 PNS dinyatakan positif. Bahkan Kepala Bappeda Jatim dikabarkan meninggal dunia karena terinfeksi virus mematikan tersebut,

WowKeren - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bappeda Jatim) telah menjadi episentrum atau pusat penularan virus corona (COVID-19) usai 22 PNS dinyatakan positif terinfeksi virus berbahaya tersebut. Bahkan Kepala Bappeda Rudy Ermawan Yulianto dinyatakan meninggal dunia usai terpapar COVID-19 awal Juli 2020 lalu.

Pada tanggal 20 Juni 2020, seluruh ASN Bappeda Jatim menjalani rapid test. Diketahui Kepala Bappeda Jatim terkonfirmasi positif COVID-19 bersama 21 ASN di instansi tersebut.

Ia mengalami gejala sesak napas. Almarhum yang juga mantan Kepala Dinas PU Cipta Karya ini diketahui terpapar COVID-19 setelah mengantarkan sang ayah yang sedang berobat.

Setelah menjalani tes swab, ternyata sang ayah positif terkonfirmasi COVID-19. Sang ayah diketahui meninggal dunia sepuluh hari yang lalu. Almarhum Rudy kemudian menjalani tes swab dan terdeteksi positif terinfeksi COVID-19.


Bappeda Jatim sebelumnya telah mengosongkan aktivitas kantor selama tiga hari. Selanjutnya, diterapkan kebijakan Work From Home (WFH) secara bergantian.

Bahkan seluruh ruangan di Bappeda Jatim telah dilakukan sterilisasi. Selain itu, pengaturan jarak antar pegawai telah sesuai protokol COVID-19. Semua pegawai Bappeda Jatim sudah menjalani swab.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono memastikan, aktivitas di Kantor Bappeda Jatim tetap berjalan meski pimpinannya telah meninggal dunia akibat terpapar virus corona. Bahkan, tercatat 21 pegawai Bappeda Jatim dinyatakan positif terpapar virus corona.

"Aktivitas pegawai Bappeda ada WFH-nya, karena banyak yang terkonfirmasi, ada 21 orang yang positif," kata Heru ketika ditemui usai memimpin upacara pelepasan jenazah Rudy Ermawan di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Selasa (14/7). "Sementara kantor tetap masuk tapi separuh."

Senada, Sekretaris Bappeda Jatim Endy Alim Abdi Nusa juga mengatakan bahwa kantor masih buka. "Masih buka, untuk kantor kami, tetap sesuai SE Bapak Sekda 50 persen work from office (WFO) dan 50 work from home (WFH)," terangnya, Rabu (15/7).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts