Ada Fakta Mengerikan Ini di Balik Jumlah Pasien Positif Corona di RI Salip Tiongkok
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Total pasien positif COVID-19 di Indonesia hingga Sabtu (18/7) sudah melampaui Tiongkok. Namun rupanya ada beberapa poin yang menyebabkan situasi di RI sebenarnya lebih mengkhawatirkan daripada Tiongkok.

WowKeren - Indonesia mencatatkan sebanyak 1.752 kasus positif COVID-19 pada Sabtu (18/7). Dengan demikian ada lebih dari 84 ribu pasien COVID-19 di Indonesia, sudah melampaui kasus yang dilaporkan oleh Tiongkok.

Dilansir dari tabulasi data di worldometers.info, rupanya terdapat fakta mengejutkan sekaligus mengerikan yang tak bisa dikesampingkan begitu saja dari data tersebut. Yakni perihal jumlah tes serta kasus meninggal yang dilaporkan kedua negara.

Tiongkok mendapatkan 83 ribu kasus lebih usai mengetes sebanyak 90 juta warganya. Di sisi lain, Indonesia mendapatkan 84.882 kasus positif usai memeriksa sekitar 1,2 juta spesimen, dikutip dari Kementerian Kesehatan.

Apabila diambil perbandingan, Indonesia baru memeriksa 4.389 orang per 1 juta populasi, jauh lebih sedikit ketimbang Tiongkok yang sudah mengetes 62.814 orang per 1 juta populasi. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto sendiri pun mengakui bahwa jumlah tes Indonesia secara nasional masih tergolong sedikit.


Sementara dari segi jumlah kematiannya, hingga hari ini ada lebih dari 4 ribu pasien COVID-19 yang meninggal dunia, tepatnya 4.016 kasus. Sedangkan angka kasus meninggal di Tiongkok pun berkepala empat, tepatnya 4.634 kasus, yang dilaporkan dalam rentang waktu lebih lama yakni sejak akhir 2019 hingga Juli 2020.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perkembangan wabah Corona di Indonesia jauh lebih cepat daripada Tiongkok. Bahkan dilansir Kompas, positivity rate Indonesia saja masih di angka 12,2 persen dengan ambang batas idealnya adalah 5 persen. Sementara positivity rate Tiongkok saat ini 0,1 persen.

Namun situasi horor yang terjadi ternyata belum berakhir. Pakar epidemiologi Universitas Gadjah Mada, Bayi Satria Wiratama, mengungkap bahwa jumlah kasus ini akan kembali meningkat karena saat ini Indonesia sedang gencar melakukan tes dan tracing, di samping memang wabahnya masih menyebar.

"Saat ini kasus akan semakin naik," tutur Bayu, dilansir pada Sabtu (18/7). "Karena Indonesia masih dalam proses, masih aktif menyebar."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts