Manajemen SCBD Tanggapi Kekhawatiran Soal Klaster Kantor Hingga Isu Lockdown
Nasional
COVID-19 di Indonesia

SCBD merupakan salah satu dari 68 klaster perkantoran di DKI Jakarta yang membuat netizen Tanah Air khawatir. Menjawab kekhawatiran tersebut, pihak Manajemen Kawasan SCBD pun memberi klarifikasi sebagai berikut.

WowKeren - Sebanyak 68 perkantoran di DKI Jakarta menjadi klaster virus Corona (COVID-19). Salah satu wilayah yang menjadi klaster perkantoran adalah SCBD.

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyebutkan ada 440 pekerja positif COVID-19 diisolasi dari klaster tersebut. Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran netizen terkait klaster SCBD tersebut.


Salah satunya akun Twitter @dhikas96 tersebut. "Tadi kantor rame banget ngomongin cluster baru corona, cluster SCBD. Bisa bisanya ya disana berurutan banget kasusnya. Gedung kantor udh mulai banyak yg kena, jadi pengen WFH rasanya," cuitnya..

Merespon kekhawatiran tersebut, Manajemen Kawasan SCBD memastikan pihaknya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Dikutip dari detikINET, Pengelola Kawasan SCBD menyatakan bahwa mereka aktif dan patuh dalam menerapkan langkah-langkah preventif serta sosialisasi berkala kepada para pengelola gedung di kawasan tersebut.

Hal ini tentu saja dilakukan untuk mencegah penularan penyakit COVID-19, serta bagian dari penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan seluruh kegiatan pada masa PSBB sesuai anjuran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Para pengelola gedung di kawasan SCBD juga telah menjalankan protokol kesehatan dengan ketat terhadap pengendalian penyebaran penularan penyakit COVID-19.

"Kami telah melaksanakan dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat di kawasan ini baik di ruang umum kawasan maupun di gedung-gedung dalam kawasan SCBD," kata Bimo Wirjasoekarta selaku Corporate Secretary PT Danayasa Arthatama di Jakarta, dalam keterangannya, Rabu (29/7).

"Kami mewajibkan setiap gedung untuk menyediakan tempat atau area cuci tangan di luar gedung, penyediaan hand sanitizer, mewajibkan setiap pengunjung untuk memakai masker, penerapan jaga jarak, dan pengecekan suhu tubuh sebelum masuk ke area gedung," sambungnya.

Bimo juga mengingatkan kepada masing-masing pengelola gedung agar secara bersama-sama dan terus-menerus meningkatkan kewaspadaan atas adanya potensi atau ancaman penyebaran penularan COVID-19. Semua protokol kesehatan di lingkungan masing-masing selalu diawasi secara konsisten.

Sejak Januari 2020, Manajemen Kawasan SCBD telah mengeluarkan edaran kepada seluruh pengelola gedung untuk mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan langkah-langkahnya secara konkret untuk pencegahan penyebaran COVID-19.

Manajemen Kawasan SCBD bekerja sama dengan Artha Graha Peduli juga telah melakukan simulasi penanganan pasien COVID-19 sebagai bagian antisipasi pada pandemi ini. Selain itu, kedua pihak juga telah membentuk satgas khusus yang bertugas melakukan controlling terhadap penerapan protokol kesehatan untuk mengurangi penularan COVID-19 di ruang umum kawasan SCBD.

Sementara itu, terkait informasi yang beredar tentang lockdown di kawasan SCBD dinyatakan tidak benar oleh Bimo. "Di masa PSBB ini, dengan komitmen, konsistensi dan kepatuhan kami terhadap penerapan protokol kesehatan dan pencegahan penularan penyakit COVID-19, kami tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dengan batasan dan peraturan yang ketat dan tidak menerapkan lockdown di Kawasan SCBD," tegasnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts