Ini Kata Pakar Soal Kemungkinan   Daging Kurban Bawa Virus Corona
Health
Idul Adha di Tengah Corona

Kementerian Agama RI telah mengeluarkan edaran agar pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada tahun ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

WowKeren - Hari Raya Idul Adha tahun ini dilaksanakan di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Oleh sebab itu, Kementerian Agama RI pun mengeluarkan edaran agar pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada tahun ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Idul Adha di tengah pandemi corona juga menimbulkan pertanyaan, apakah kewan kurban dapat membawa virus COVID-19? Hal ini lantas dijawab oleh Guru Besar Biologi Molekuler dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Chairul Anwar Nidom.


Meneurut Anwar, belum ada hewan yang terkonfirmasi terinfeksi virus SARS CoV-2 penyebab COVID- 19. "Kecuali ferret dan kucing sebagai hewan coba, serta kelelawar dan trenggiling," jelas Anwar dilansir Tempo pada Jumat (31/7).

Anwar menjelaskan bahwa corona tipe alfa memang banyak menginfeksi hewan seperti sapi dan ayam. "Tapi corona alfa ini belum pernah ditemukan pada manusia," terang Anwar.

Meski demikian, Anwar mengingatkan bahwa proses penyembelihan hewan kurban harus dilakukan dengan hati-hati. Pasalnya, ada sejumlah hal yang dapat menjadi faktor pembawa virus COVID- 19.

"Kerumunan manusia dan bahan-bahan hasil sembelihan bisa menjadi faktor pembawa virus COVID-19," ujar Anwar. "Misalkan ada percikan-percikan droplet, kemudian menempel pada daging atau bahan lain, maka virus COVID bisa hidup."

Sebagai antisipasi hal tersebut, Kemenag pun menentukan sejumlah aturan terkait penyembelihan hewan kurban. Yang pertama, pemotongan hewan kurban harus dilakukan di area yang memungkinkan untuk saling menjaga jarak. Para panitia pemotongan hewan kurban juga harus saling menjaga jarak dan mendistribusikan daging ke rumah mustahik atau penerima kurban.

Terkait panitia sendiri, mereka diwajibkan untuk mengikuti pemeriksaan suhu tubuh di tempat penyembelihan. Selain itu, panitia juga diminta untuk mengenakan masker, pakaian lengan panjang, serta sarung tangan di area pemotongan hewan kurban.

Panitia juga diminta untuk tidak menyentuh area wajah serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Selain itu, panitia juga diharuskan untuk menghindari jabat tangan dan kontak langsung.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts