Jumlah Korban Ledakan Beirut Bertambah, Warga Lebanon Gelar Aksi Demo
AP
Dunia

Para pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu, membakar ban dan mencemooh para politikus. Polisi memukul mundur dan membubarkan para demonstran menggunakan gas air mata.

WowKeren - Korban meninggal akibat ledakan di Beirut, Lebanon, bertambah menjadi 137 orang. Hal tersebut rupanya langsung menyulut amarah penduduk untuk melakukan unjuk rasa yang berakhir dengan bentrokan.

Penduduk Lebanon yang marah lantas menggelar unjuk rasa di pusat kota Beirut, dan sempat terlibat bentrok dengan aparat kepolisian di jalan menuju kompleks gedung pemerintahan. Para pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu, membakar ban dan mencemooh para politikus. Polisi memukul mundur dan membubarkan para demonstran menggunakan gas air mata.

Sebelum insiden itu terjadi, sejumlah warga Beirut menemui Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang mendatangi lokasi kejadian. Macron berkunjung ke kawasan Gemmayzeh, salah satu daerah yang paling parah terdampak ledakan.

Di tengah kunjungannya, penduduk Beirut menumpahkan seluruh keluh kesah mereka terkait ledakan, krisis ekonomi dan politik dan pandemi virus corona (Covid-19) yang menjerat Lebanon.

Di hadapan para penduduk yang emosi, Macron menyatakan akan memberi bantuan kepada Libanon. Dia berencana menggelar konferensi dengan negara Eropa, Amerika Serikat, Timur Tengah dan lainnya untuk menggalang bantuan makanan, obat-obatan, rumah dan hal-hal mendesak lainnya.


Namun Macron menegaskan akan mendesak pemerintah Lebanon bersikap terbuka jika menerima bantuan. Macron juga mendesak pemerintah Lebanon supaya menyerahkan bantuan itu langsung kepada penduduk yang membutuhkan.

"Saya akan kembali pada awal September dan jika mereka (pemerintah Lebanon) tidak bisa melakukannya, maka saya akan menepati janji tanggung jawab kepada kalian," ujar Macron.

Sebagai informasi tambahan, Presiden Lebanon, Michel Aoun, menetapkan status darurat untuk melancarkan proses evakuasi pasca insiden ledakan ini. Presiden Michael Aoun mengatakan ledakan itu berasal dari sebuah gudang dekat pelabuhan Beirut yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat.

Ribuan ton amonium nitrat itu disebut tersimpan secara tidak aman selama kurang lebih enam tahun. Dalam pernyataan resminya, Aoun pun bersumpah akan menjatuhkan "sanksi terberat" terhadap pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini. Ia juga menetapkan status darurat nasional selama dua pekan terkait insiden di Beirut.

Sedangkan Gubernur Beirut, Marwan Abboud, menyatakan bahwa jumlah kerugian akibat ledakan dahsyat itu ditaksir mencapai Rp217.5 triliun. Abboud mengatakan sebanyak 300 ribu penduduk Beirut kehilangan tempat tinggal karena rusak terkena dampak ledakan.

Di sisi lain, ledakan besar yang terjadi di kawasan pelabuhan Beirut itu menewaskan setidaknya 137 orang dan melukai ribuan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Ledakan ini juga mengakibatkan gempa lokal dengan magnitudo 3,5. Sampai saat ini kepolisian setempat telah menetapkan sejumlah pejabat di badan pelabuhan Beirut sebagai tahanan rumah, terkait proses penyelidikan.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts