Uni Eropa Janji Beri Bantuan Kerja Sama Dagang Khusus untuk Lebanon Usai Insiden Ledakan Beirut
Getty Images
Dunia

Sebelum tawaran kerja sama dagang ini, komisi yang menaungi 27 negara itu telah mengirim tim SAR, lebih dari 100 pemadam kebakaran, serta satu kapal militer untuk evakuasi medis.

WowKeren - Komisi Uni Eropa membantu Lebanon dengan kerja sama dagang khusus (preferential trade) dan bantuan bea cukai, menyusul insiden ledakan di Beirut pada Selasa (4/8) waktu setempat. Hal ini disampaikan langsung oleh kepala badan eksekutif tersebut pada Kamis (6/8) waktu setempat usai berbicara melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab.

"Komisi ini siap siaga untuk menjajaki bagaimana dapat meningkatkan hubungan dagang dalam masa yang sulit ini, khususnya dalam bentuk kerja sama dagang khusus dan fasilitas bea cukai," kata Presiden Uni Eropa, Ursula von der Leyen.

Dalam keterangannya, von der Leyen juga menawarkan bantuan dari EU untuk membantu rekonstruksi Beirut dan pemulihan Lebanon, serta bantuan dalam diskusi dengan institusi-institusi finansial internasional untuk mengakses bantuan ekonomi lainnya.

Sebelum tawaran kerja sama dagang ini, komisi yang menaungi 27 negara itu telah mengirim tim SAR, mengerahkan lebih dari 100 pemadam kebakaran, sebuah kapal militer untuk evakuasi medis, dan mengaktifkan sistem pemetaan Satelit Copernicus untuk membantu menghitung kerugian yang terjadi selepas ledakan.


"Mekanisme Perlindungan Sipil kini sedang mengoordinasikan pengerahan darurat 100 lebih pemadam kebakaran profesional, beserta kendaraan, anjing dan peralatan, yang khusus dalam operasi pencarian dan penyelamatan dalam konteks perkotaan," demikian pernyataan Uni Eropa pasca ledakan terjadi.

Sebagai informasi tambahan, Presiden Lebanon, Michel Aoun, menetapkan status darurat untuk melancarkan proses evakuasi pasca insiden ledakan ini. Presiden Michael Aoun mengatakan ledakan itu berasal dari sebuah gudang dekat pelabuhan Beirut yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat.

Ribuan ton amonium nitrat itu disebut tersimpan secara tidak aman selama kurang lebih enam tahun. Dalam pernyataan resminya, Aoun pun bersumpah akan menjatuhkan "sanksi terberat" terhadap pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini. Ia juga menetapkan status darurat nasional selama dua pekan terkait insiden di Beirut.

Sedangkan Gubernur Beirut, Marwan Abboud, menyatakan bahwa jumlah kerugian akibat ledakan dahsyat itu ditaksir mencapai Rp217.5 triliun. Abboud mengatakan sebanyak 300 ribu penduduk Beirut kehilangan tempat tinggal karena rusak terkena dampak ledakan.

Di sisi lain, ledakan besar yang terjadi di kawasan pelabuhan Beirut itu menewaskan setidaknya 137 orang dan melukai ribuan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Ledakan ini juga mengakibatkan gempa lokal dengan magnitudo 3,5. Sampai saat ini kepolisian setempat telah menetapkan sejumlah pejabat di badan pelabuhan Beirut sebagai tahanan rumah, terkait proses penyelidikan.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts