Tak Cuma Sekolah, Tim Sepak Bola Juga Jadi Klaster Baru COVID-19 di Jepang
Dunia
Pandemi Virus Corona

Tim sepak bola sebuah SMA menjadi klaster baru virus corona (COVID-19) di Jepang. Diketahui, 91 anggota tim tersebut dilaporkan tidak memiliki gejala atau hanya menderita gejala ringan penyakit pernafasan.

WowKeren - Jepang saat ini masih harus bekerja keras untuk lolos dari ancaman gelombang kedua virus corona (COVID-19). Pasalnya, setelah dicabutnya status darurat nasional sejumlah klaster baru mulai bermunculan.

Dari kantor hingga sekolah disebut-sebut menjadi klaster baru COVID-19 di Jepang. Bahkan baru-baru ini dilaporkan sebanyak 91 orang di sebuah SMA di Prefektur Shimane dinyatakan positif COVID-19.

Namun, bukannya tergabung dalam klaster sekolah mereka juga tergabung dalam klaster tim sepak bola. Menurut pemerintah setempat, dari total 99 orang yang positif, 88 di antaranya merupakan anggota tim sepak bola SMA Rissho Shonan di Kota Matsue dan 82 di antaranya tinggal di arama yang sama.

Tim ini juga dikabarkan sempat bermain di luar prefektur pada akhir Juli lalu, membuat kekhawatiran akan meluasnya penyebaran virus semakin besar. Dilansir Japan Today, klaster tersebut mulai terdeteksi pada 3 hari libur di minggu lalu hingga hari Senin (10/8), membuat total kasus COVID-19 di Shimane bertambah menjadi 126.


Seluruh 91 orang tersebut dilaporkan tidak memiliki gejala atau hanya menderita gejala ringan penyakit pernafasan yang disebabkan oleh virus mematikan tersebut. Selain para anggota klub sepak bola, dua orang guru yang terlibat dalam tim tersebut serta seorang atlet basebal di sekolah yang memiliki total 350 murid dan staf, terbukti terinfeksi positif COVID-19. Kasus pertamanya sendiri ditemukan menjangkiti seorang pemain sepak bola dan telah dikonfirmasi pada Sabtu (8/8) lalu.

Sekedar informasi, tim sepak bola SMA tersebut memang dianggap sebagai salah satu tim terbaik di Prefektur Shimane dan telah melakukan beberapa pertandingan latihan melawan tim di area barat Jepang, tepatnya di Osaka, Tottori, dan Kagawa pada akhir Juli lalu.

Seorang berusia 70 tahunan yang mengunjungi asrama tersebut bersama 3 orang anggota keluarganya juga positif terjangkit virus corona. Pemerintah setempat mengatakan bahwa para murid dan guru yang terinfeksi telah dilarikan ke rumah sakit atau diisolasi di asrama tersebut.

"Kami mohon maaf sedalam-dalamnya karena telah menimbulkan kekhwatiran dan masalah,” ujar Naoki Kitamura, kepala sekolah SMA tersebut, Selasa (11/8).

Hingga saat ini, pemerintah setempat masih akan menyelidiki berapa jumlah anggota yang berpartisipasi dalam pertandingan tersebut untuk menelusuri jejak kemungkinan infeksi lain. "Jika ada kemungkinan penyebaran virus, meski seakan sepele, kami ingin memastikan semua orang yang terlibat mengikuti tes. Kami berjanji akan menelusuri jejak infeksi itu secara menyeluruh,” ujar gubernur Shimane, Tatsuya Maruyama.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts