Lirik Wisata Medis, Menko Luhut Ingin Datangkan Dokter Asing ke Indonesia
Instagram/luhut.pandjaitan
Nasional

Menko Kemaritiman dan Investasi ini membuka opsi agar izin kerja dokter asing di Indonesia dipermudah. Hal ini sebagai awal pembangunan wisata medis untuk 'menyaingi' Penang dan Singapura.

WowKeren - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kembali menelurkan ide demi mendatangkan investor ke Indonesia. Kali ini Luhut membuka ide untuk mengembangkan industri wisata medis di Indonesia yang turut berimbas pada pelonggaran izin masuknya dokter asing.

Luhut mengaku mengacu pada hasil analisis PricewaterhouseCoopers (PwC) tahun 2015 yang menyebut Indonesia sebagai negara asal wisatawan medis terbesar di dunia. Total ada 600 ribu wisatawan medis dari Indonesia, lebih banyak ketimbang Amerika Serikat misalnya yang mencapai 500 ribu orang.

Menurut Luhut, tujuan para wisatawan medis ini biasanya ke Singapura dan Penang. Mereka menilai layanan kesehatannya terhitung lebih murah dan cepat sembuh ketimbang di Indonesia.

Padahal pengeluaran untuk wisata medis seperti itu tak main-main. Menurut Luhut, diperlukan sekitar USD 3 ribu hingga USD 10 ribu per orang, atau sekitar Rp 42 juta sampai Rp 140 juta dengan kurs Rp 14 ribu.


"Melihat fakta-fakta di atas, saya kira pengembangan wisata medis di Indonesia menjadi sangat realistis," tutur Luhut lewat akun Facebook-nya, Jumat (28/8). "Dan saya rasa perlu kita bangun 'distrust' tentang pengalaman berobat di luar negeri guna menumbuhkan rasa percaya wisatawan medis Indonesia."

"Dan yang paling penting bagi saya adalah lewat industri wisata medis ini, kita mampu melakukan diversifikasi ekonomi, menarik investasi luar negeri, penyediaan lapangan pekerjaan, pembangunan industri layanan kesehatan di Indonesia," imbuhnya. "Serta menahan laju layanan kesehatan serta devisa kita agar tidak mengalir ke negara-negara yang lebih sejahtera."

Luhut pun mengaku ingin menarik investor agar membangun rumah sakit berstandar internasional, seperti misalnya pembukaan cabang Indonesia dari John Hopkins Hospital. Dokter-dokter spesialis dari luar negeri pun akan didatangkan demi memenuhi kebutuhan tenaga medis berstandar internasional ini.

Namun Luhut menegaskan, mendatangkan dokter asing akan dilakukan sesuai kebutuhan. Mereka juga akan bekerja berkolaborasi dengan tenaga medis Indonesia.

"Mereka tidak hanya sekadar datang, tetapi sambil berkolaborasi dengan para dokter dan tenaga medis lokal," pungkasnya. "Sehingga nantinya Rumah Sakit menjadi 'teaching hospital' dan mereka harus diasistensi selalu oleh dokter-dokter spesialis dari Indonesia."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts