Mulai Dibangun Oktober, Pemerintah Janji Proyek Lumbung Pangan Serap Tenaga Kerja Lokal
Nasional

Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan untuk sumber daya manusianya akan direkrut masyarakat yang berada di rentang usia 28 hingga 35 tahun

WowKeren - Pembangunan lumbung pangan nasional di Kalimantan Tengah akan dimulai pada Oktober mendatang. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono membeberkan program ini ada dua macam.

Yang pertama adalah lumbung pangan yang khusus untuk menanam singkong. Program ini akan dipimpin oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Sementara itu, untuk leading sector penanaman padi akan dinakhodai oleh Kementerian Pertahanan.

"Jadi ada dua food estate, untuk tanaman padi leading sector-nya Kementerian Pertanian," kata Basuki di Jakarta Selatan, Selasa (1/9). "Lalu yang tanaman singkong leading sector-nya di Kementerian Pertahanan."

Untuk lumbung pangan padi pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 165 ribu hektar. "Yang padi 165 ribu akan mulai kita kerjakan pada bulan Oktober ini. Dalam arti 32 ribu, 30 ribu di kawasan Belanti, 2 ribu di kawasan Dadahup," jelas Basuki.


Untuk pengerjaan proyek lumbung pangan ini, pemerintah berjanji akan menggunakan tenaga kerja lokal. Untuk SDM nya akan direkrut masyarakat yang berada di rentang usia 28 hingga 35 tahun. Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono.

"Kalau untuk SDM kita akan ada program komponen cadangan. Itu kita rekrut secara sukarela dari masyarakat yang ingin terlibat," kata dia. "Tapi kita utamakan dari lokal, di mana wilayah itu di usia 28 sampai dengan 35 tahun untuk kemudian ikut dalam program komponen cadangan."

Sebelum diterjunkan ke lapangan, calon pekerja akan terlebih dahulu diberi pelatihan selama 4 bulan. "Di situ akan dilatih gimana cara bertani, kurang lebih 4 bulan pelatihannya," jelas Trenggono.

Penyerapan tenaga kerja lokal juga akan dilakukan pada food estate padi. "Saya kira sama dengan yang di padi dan training diutamakan dari tenaga lokal," jelas Basuki.

Kendati demikian, produksi pangan akan lebih banyak menggunakan tenaga mesin. Hal ini dilakukan untuk menarik minat pemuda agar tertarik terjun ke dunia pertanian. "Jadi nggak ada lagi tanam padi dengan mundur itu tapi semua dengan mesin," ujar Basuki.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts