Sri Mulyani Ungkap Alasan Pemerintah Fokus Urus Keuangan di Awal Pandemi Corona
Instagram/smindrawati
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan ada sejumlah pihak yang menilai pemerintah seolah-olah mengorbankan kesehatan jika ingin mengedepankan ekonomi.

WowKeren - Sejak pertama kali dilaporkan masuk ke Indonesia pada Maret 2020 lalu, kasus virus corona (COVID-19) hingga kini masih terus meningkat. Pemerintah Indonesia sendiri rupanya lebih fokus menangani sistem keuangan negara di awal masa pandemi corona.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menurut Sri Mulyani, pemerintah saat itu menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan.

"Kenapa fokus kepada keuangan negara dan sistem keuangan? Karena kami tahu bahwa COVID-19 pasti akan membutuhkan dukungan keuangan negara dari sisi penanganan kesehatan," ungkap Sri Mulyani pada Rabu (16/9). Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut bahwa pandemi corona menyebabkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat tak dapat berjalan normal.

Hal tersebut pastinya memberikan dampak besar bagi kelangsungan hidup masyarakat. "Maka kami harus melakukan langkah-langkah untuk melindungi atau melakukan penanganan," jelas Sri Mulyani.


Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan bahwa pandemi corona tidak hanya mempengaruhi masyarakat kelas menengah ke bawah saja. Menurutnya, pandemi corona juga berpengaruh pada kehidupan masyarakat kelas menengah atas, termasuk para pengusaha hingga industri.

"Kalau COVID-19 ini berjalan cukup lama seperti yang sekarang sudah 7 bulan dan masih belum berakhir maka sektor- sektor korporasi maupun sektor-sektor individual tak lagi bisa membayar pajak, bayar cicilan, maka sektor keuangan akan menjadi tantangan," tutur Sri Mulyani.

Selain itu, tekanan disebut juga muncul dari belanja di bidang kesehatan dan perlindungan sosial. Pasalnya, tutur Sri Mulyani, pemerintah juga harus memastikan sektor kesehatan mampu menghadapi penyebaran kasus corona dan tetap memberikan bantuan kepada masyarakat di tengah pandemi.

Di sisi lain, pemerintah juga menghadapi tantangan dalam membuat kebijakan di masa pandemi. Menurut Sri Mulyani, banyak pihak yang menilai pemerintah seolah-oleh mengorbankan kesehatan jika ingin mengedepankan ekonomi.

"Kan tidak bisa mengatakan kesehatan lebih penting dari ekonomi atau ekonomi lebih penting dari kesehatan," pungkas Sri Mulyani. "Dua-duanya menyangkut manusia, yang satu bisa mengancam jiwa manusia lewat penyakit yang satu lewat kondisi ekonomi mereka."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts