Konflik Dengan Tiongkok, AS Siap Jual Tujuh Senjata Utama Ke Taiwan
AFP
Dunia

Imbas konflik dengan Tiongkok, Amerika Serikat (AS) berencana dalam waktu dekat untuk menjual tujuh senjata utama ke Taiwan. Sebagai bentuk dukungan lawan Tiongkok?

WowKeren - Konflik Taiwan dengan Tiongkok masih terus berlangsung, khususnya akibat masalah teritorial. Amerika Serikat (AS) yang juga berkonflik dengan Tiongkok kini berusaha membantu Taiwan untuk meningkatkan pertahanan mereka.

Presiden Donald Trump berencana menjual tujuh sistem senjata utama AS ke Taiwan. Diantaranya adalah ranjau, rudal jelajah, dan drone. Penjualan sejumlah senjata ini dinilai AS dapat meningkatkan tekanan kepada Tiongkok.

Dilansir dari Reuters, rencana AS ini tentunya cukup mengejutkan dan berani. Pasalnya, selama ini AS selalu berhati-hati dalam menjual senjata ciptaan mereka ke negara lain dan selalu sebisa mungkin menahan ketegangan dengan pihak Beijing.

Namun sejak Trump memerintah, ketegangan AS dengan Tiongkok seolah semakin memburuk dari sebelumnya. Sejumlah permasalahan seperti tuduhan mata-mata, perang perdagangan yang berkepanjangan, dan perselisihan tentang penyebaran virus corona baru semakin memanaskan hubungan kedua negara ini.


Taiwan sendiri juga sudah begitu tertarik untuk membeli berbagai senjata baru sejak Presiden Tsai Ing-wen terpilih kembali pada Januari lalu. Ia telah menegaskan jika pemerintah akan menguatkan pertahanan Taiwan sebagai prioritas utama.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan paket senjata yang ditawarkan oleh AS sebagai “asumsi media”. Menurut Kementerian Pertahanan Taiwan, pembelian senjata sendiri merupakan hal yang rahasia sehingga tidak bisa disampaikan ke publik sampai pihak AS sendiri mengumumkannya secara langsung.

Satu sumber industri membeberkan jika Presiden Trump dijadwalkan akan memberikan pengarahan paket senjata ke Taiwan di minggu ini. Rencananya, pengarahan paket senjata itu akan disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.

Rumornya, permintaan pembelian senjata ini ke AS telah diajukan sejak tahun lalu. Namun, baru sekarang AS memprosesnya dan sedang dalam tahap persetujuan.

Pejabat senior AS mengapresiasi peningkatan belanja pertahanan Taiwan sebagai langkah yang baik. Meski demikian, Taiwan dinilai tetap harus berbuat lebih banyak. "Taiwan, terus terang, perlu berbuat lebih banyak untuk memastikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mencegah agresi China," kata pejabat itu.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts