Anies Baswedan Yakin Jakarta Aman dari Banjir Walau Katulampa Siaga 1, Ini Alasannya
Nasional

DKI Jakarta dihantui banjir kiriman usai Bendungan Katulampa dilaporkan siaga 1. Namun Gubernur Anies Baswedan yakin banjir tak akan melanda Ibu Kota karena alasan ini.

WowKeren - Memasuki musim pancaroba, beberapa daerah mulai berhadapan dengan risiko banjir. Termasuk DKI Jakarta, yang notabene sudah tidak asing dengan banjir dan tengah dihantui oleh status siaga 1 pada bendungan Katulampa.

Namun demikian, Gubernur Anies Baswedan yakin provinsi yang dipimpinnya itu besar kemungkinan tak terkena banjir meski mendapat kiriman air bervolume besar dari bendungan Katulampa. Pasalnya, jelas Anies, saat ini kondisi air laut sedang surut.

Dijelaskan Anies, kondisi air laut sangat penting untuk diperhatikan apabila Jakarta akan menerima air kiriman. Sebab jika air laut sedang pasang, maka air kiriman dari Bogor tak akan bisa sampai ke hilir dan berpotensi menyebabkan DKI Jakarta banjir.

"Dan kebetulan pada malam hari ini, permukaan air laut posisinya turun," terang Anies di Pintu Air Manggarai, Senin (21/9). Dengan kondisi air laut yang sedang surut, maka air akan dengan mudah mengalir ke laut alih-alih memenuhi daerah perairan Jakarta seperti misalnya Sungai Ciliwung.


Dengan demikian, maka sungai Ciliwung tak meluap dan membuat pemukiman warga kebanjiran. "Mudah-mudahan itu akan membantu menghindari Jakarta dari banjir," tuturnya, seperti dilansir dari Suara, Selasa (22/9).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu pun menginstruksikan kepada jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk bersiaga di sejumlah pintu air. Mereka bertanggung jawab dalam mengendalikan pintu air sehingga tak terjadi penumpukan air dan menghindarkan Jakarta dari banjir.

"Jadi pintu-pintu air semuanya dikendalikan," tegas Anies. "Supaya nanti bisa aman ke Jakarta-nya."

Untuk informasi, diperlukan setidaknya sekitar 9-10 jam agar air dari bendungan Katulampa sampai ke Jakarta. Namun demikian, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah memberikan peringatan dini kepada wilayah-wilayah yang berisiko diterjang banjir akibat air kiriman ini.

"Antisipasi wilayah, waspada untuk lintasan Sungai Ciliwung 6-9 jam air akan sampai," ungkap BPBD Jakarta, Senin (21/9). Sembilan wilayah yang terancam banjir antara lain Rawajati, Pejaten Timur, Kalibata, Pengadegan, Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu. Namun demikian saat ini ada ratusan orang yang mengungsi akibat banjir.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts