Sri Mulyani Pastikan RI Resesi Akhir September, Ini Pesan Ekonom untuk Masyarakat
Nasional

Ekonom juga menyarankan agar masyarakat kembali mengaktifkan kegiatan organisasi sosial agar warga bisa saling menolong jika ada warga lain yang kesulitan

WowKeren - Ancaman resesi kian nyata. Menteri Keuangan Sri Mulyani meyakini jika Indonesia akan mengalami resesi pada kuartal ketiga tahun ini, atau akhir September.

Menyikapi hal ini, masyarakat diimbau untuk tidak panik. Ekonom dari Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengimbau masyarakat untuk tetap tenang menghadapi kondisi tersebut.

"Masyarakat jangan panik dalam menghadapi resesi," kata Yusuf dilansir dari detik, Rabu (23/9). "Kepanikan dari masyarakat justru bisa memperburuk kondisi dalam resesi."

Selain untuk menjaga diri agar tetap tenang, masyarakat juga diimbau untuk mengurangi porsi konsumsi. Hal ini sebagai langkah antisipasi jika resesi akan berlanjut hingga akhir tahun. Sebab sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, kondisi ekonomi tidak menunjukkan tanda-tanda akan membaik.

"Resesi menjadi tidak terhindarkan di tengah kasus COVID-19," kata Yusuf melanjutkan. "Untuk itu, kurangi kegiatan konsumsi yang tidak diperlukan sebagai bentuk persiapan jika resesi berlanjut."


Lebih dari itu, ia juga menyarankan agar masyarakat kembali mengaktifkan kegiatan organisasi sosial. Hal ini bertujuan agar warga bisa saling bahu-membahu menolong jika ada warga lain yang kesulitan.

"Aktifkan organisasi atau kegiatan sosial masyarakat di lingkup terkecil seperti RT dan RW," jelas Yusuf. "Fungsinya untuk menjadi garda pertama jika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan di tengah resesi."

Dana darurat menjadi hal yang harus dipersiapkan di tengah kondisi semacam ini. Sebab saat resesi nanti, tidak menutup kemungkinan akan ada banyak sektor perusahaan yang melakukan efisiensi karyawan.

Dana darurat juga diperlukan untuk kondisi yang tak terduga misalnya jatuh sakit. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ekonom di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira.

"Persiapkan dana darurat untuk antisipasi hilangnya pendapatan bahkan pekerjaan karena resesi artinya perusahaan di hampir seluruh sektor akan lakukan efisiensi karyawan," ujarnya masih dilansir Detik. "Dana darurat juga berkaitan dengan dana kesehatan apabila mendadak sakit di tengah situasi pandemi COVID-19."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts