Isu Habib Rizieq Meninggal Ditabrak Unta, PA 212: Hanya Orang Dungu Yang Percaya
Nasional

Habib Rizieq Shihab diisukan meninggal dunia akibat ditabrak unta di Arab Saudi, Persaudaraan Alumni (PA) 212 langsung memberikan bantahan keras mengenai rumor yang beredar tersebut.

WowKeren - Baru-baru ini muncul rumor yang menyebut jika Habib Rizieq Shihab meninggal dunia karena ditabrak unta di Arab Saudi. Persaudaraan Alumni (PA) 212 langsung memberikan klarifikasi seputar informasi yang beredar tersebut.

Ketua Umum PA 212, Slamet Ma'arif secara tegas membantah kabar yang menyebut jika Habib Rizieq meninggal akibat tertabrak unta. Ia memastikan jika informasi tersebut adalah kabar bohong alias hoaks.

Slamet menyebut orang yang menyebarkan berita tersebut hingga yang mempercayainya sebagai sosok yang bodoh dan dungu. Mengenai kondisi Habib Rizieq di Arab Saudi sendiri dipastikan saat ini baik-baik saja dan sehat.

"(Berita meninggalnya Habib Rizieq) hoaks, hanya orang bodoh dan dungu yang sebar itu," kata Slamet seperti dilansir dari Detik, Kamis (24/9). "Beliau sehat-sehat saja, alhamdulillah."


Narasi meninggalnya Habib Rizieq ini pertama muncul dari unggahan sebuah akun Facebook bernama Yoga Howedes. Dalam akunnya, dikabarkan jika Habib Rizieq mengalami sebuah insiden tertabrak unta saat terjadi balapan unta yang berlangsung di Arab Saudi.

Akun Facebook ini bahkan memberitakan kejadian ini dengan mengunggah sebuah foto tangkap layar sebuah artikel dari The New York Times. Tertulis di judul artikel yang tayang pada 20 September ini, "RS dilaporkan tewas tertabrak unta pada acara balapan unta di Arab Saudi".

Namun, berita ini sudah dipastikan bohong dan artikel tersebut hanyalah sebuah editan. Pasalnya saat dilakukan penelusuran pada laman media The New York Times, tidak ditemukan artikel dengan kata kunci "HRS" ataupun "Arab Saudi" yang berkaitan dengan isu Habib Rizieq meninggal tertabrak unta.

Sebelumnya, Habib Rizieq sendiri telah memberikan pesan kepada sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam di Indonesia terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Ia meminta penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi virus corona untuk ditunda agar tidak menciptakan berbagai klaster maut dan mengancam nyawa masyarakat.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts