Jokowi Minta Kementerian Tak Buat Program Sendiri-Sendiri: Harus Terintegrasi
Instagram/jokowi
Nasional

Jika memang harus membuat program baru, Presiden Joko Widodo mengingatkan agar para menterinya melakukan koordinasi dengan jajaran kementerian yang lain.

WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta agar jajaran menterinya tidak bekerja secara sendiri-sendiri. Hal itu disampaikan oleh Kepala Negara saat menggelar rapat terbatas tentang Percepatan Peningkatan Ekonomi Desa secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9).

Jika memang harus membuat program baru, Jokowi mengingatkan agar para menterinya melakukan koordinasi dengan jajaran kementerian yang lain. Sehingga bisa memberikan hasil yang maksimal.

"Saya minta ke semua kementerian jangan membuat program sendiri-sendiri yang lepas lepas, tidak terintegrasi tidak terpadu sehingga outcome-nya, hasilnya tidak terlihat," kata Jokowi. "Ini harus terintegrasi betul."


Ia kemudian mencontohkan program yang bisa dilakukan oleh sejumlah kementerian yang saling terintegrasi. Misalnya Kementerian Desa yang bisa memastikan dana desa digunakan produktif lalu Kementerian PUPR bertugas dalam penyediaan infrastruktur dasarnya. Selanjutnya ada Kementerian Perhubungan yang menangani masalah konektivitasnya hingga Kementerian Sosial yang berkaitan dengan penanganan warga yang kurang mampu.

"Banyak sekali yang bisa dilakukan tapi kalau tidak terintegrasi lepas-lepas ini akan apa hasilnya akan tidak kelihatan," ujar Kepala Negara. "Oleh sebab itu semuanya dijalankan dalam strategi besar yang solid dan terintegrasi."

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyinggung terkait bantuan sosial. Ia mengingatkan agar program bantuan yang sudah berjalan bisa terealisasi dengan baik dan tepat sasaran. Misalnya seperti PKH, BLT Desa hingga Bansos Tunai. "Pastikan itu diterima oleh masyarakat di desa yang terdampak COVID-19 dan yang sangat membutuhkan," tegas Jokowi.

Begitu juga dengan pelaksanaan Padat Karya. "Ini betul-betul harus dikawal sehingga bisa mengurangi beban masyarakat desa yang kehilangan pekerjaan," tambah mantan Wali Kota Surakarta itu.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts