Trump Mendadak Kritik Meghan Markle dan Pangeran Harry Habis-Habisan, Ini Sebabnya
Getty Images
Selebriti

Trump memberi respons itu setelah Harry dan Meghan berpartisipasi dalam video Time 100 yang mengajak masyarakat AS menggunakan hak suara mereka dalam pemilu November mendatang.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendadak meyerang pasangan Duke dan Duchess of Sussex, Pangeran Harry dan Meghan Markle. Trump memberi respons itu setelah Harry dan Meghan berpartisipasi dalam video Time 100 yang mengajak masyarakat AS menggunakan hak suara mereka dalam pemilu November mendatang.

Bukan tanpa alasan. Pasalnya, Trump merasa geram pada Meghan dan Harry yang seolah-olah meminta orang-orang untuk memilih saingannya dalam Pemilu AS mendatang, Joe Biden. Tindakan Meghan dan Harry yang disebut "Pro Joe Biden" membuat Trump melayangkan sindiran tajam pada pasangan tersebut.

Dalam konferensi pers pada Kamis (24/9), Trump secara gamblang mengatakan bukan penggemar Meghan. Ia pun melontarkan sindiran dan mendoakan Harry agar dipenuhi keberuntungan karena menurutnya sekarang sang Duke of Sussex membutuhkan hal itu.

"Saya bukan penggemarnya (Meghan) dan saya akan mengatakan ini, mungkin dia (Meghan) sudah dengar juga, saya mendoakan Harry beruntung karena dirinya (Harry) pasti membutuhkannya sekarang," ujarnya Trump.


Sebenarnya Meghan dan Harry belum mendukung calon mana pun secara terang-terangan. Namun dalam penampilan di Time 100, Harry merekomendasikan calon pemilih untuk menolak ujaran kebencian, informasi yang salah, dan hal-hal negatif yang beredar secara daring.

"Apa yang kita konsumsi, apa yang kita lihat, dan apa yang kita lakukan secara online, memiliki efek nyata pada kita semua," tambahnya," kata Harry.

Selain itu, Pangeran Harry juga mengajukan permohonan menjadi peserta non-partisan untuk mengetahui bagaimana seseorang bisa terlibat satu sama lain dalam pemilu.

"Hari ini adalah Hari Pendaftaran Pemilih," sambung Meghan. "Setiap empat tahun, kita diberi tahu, 'Ini adalah pemilihan paling penting dalam hidup kita'. Tapi pemilihan kali ini adalah saat kita memilih, nilai-nilai kita juga berlaku dalam tindakan dan suara kita harus didengar."

Sementara itu, pilpres AS akan digelar pada 3 November mendatang. Duet petahana Donald Trump dan Mike Pence akan berhadapan dengan pasangan capres-cawapes Joe Biden dan Senator Kamala Harris yang diusung dari Partai Demokrat. Satu kandidat lagi adalah Jo Jorgensen yang diusung Partai Libertarian.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts