Jangan Sampai Tularkan ke Orang Lain, Begini Cara Isolasi Mandiri Kalau Positif COVID-19
Health
COVID-19 di Indonesia

Isolasi mandiri didampingi makanan bergizi, obat, dan suplemen memang bisa menyembuhkan pasien COVID-19. Namun tahapan isolasi mandiri ini harus dilakukan dengan benar, seperti tips berikut.

WowKeren - Sejauh ini melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat adalah upaya terbaik mencegah penularan dan tertular COVID-19. Protokol ini tentu menjadi kewajiban terutama bagi mereka yang positif terinfeksi, apalagi bila sedang melaksanakan isolasi secara mandiri.

Namun yang menjadi sorotan beberapa waktu belakangan, bagaimana sebenarnya metode isolasi mandiri yang benar? Dilansir dari WebMD, langkah utama adalah memastikan sudah ada jarak yang jauh antara pasien COVID-19 dengan anggota keluarga di rumah dan masyarakat umum.

Jika harus meninggalkan rumah untuk perawatan medis, pastikan selalu mengenakan masker dan menjaga jarak setidaknya sekitar 2 meter. Selama masa isolasi mandiri itu tentu saja pasien COVID-19 tidak diperkenankan berinteraksi dengan orang lain.

Interaksi baru boleh dilakukan 10 hari setelah gejala pertama muncul. Serta bila demam sudah hilang selama 24 jam serta gejala lain sudah membaik, dimana gejala ini berkurang tanpa diberi obat.


Kalau tergolong sebagai pasien tanpa gejala, maka harus tetap melakukan pedoman tersebut. Setidaknya pedoman tersebut dilaksanakan dalam jangka waktu sepuluh hari sejak dikonfirmasi positif COVID-19.

Bila masih menunggu hasil tes PCR, maka juga wajib melakukan pedoman yang sama. Pada intinya, bersikaplah seolah-olah positif COVID-19 kendati masih belum menerima hasil tesnya, yakni dengan mengisolasi diri secara baik dan benar selama 10 hari.

Organisasi Kesehatan Dunia sendiri menyarankan agar setiap pasien COVID-19, baik bergejala atau tidak, untuk dirawat di fasilitas kesehatan. Hal ini untuk memastikan perawatan yang diterima memadai, sebuah langkah yang sempat diwacanakan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Namun belakangan rencana itu dimentahkan pula oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan mengizinkan pasien tanpa gejala (OTG) atau bergejala ringan mengisolasi diri secara mandiri. Namun demikian pemerintah tetap menyiapkan fasilitas untuk isolasi mandiri bagi OTG dan pasien bergejala ringan yang tidak memiliki tempat yang layak, yakni di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. Bahkan sedianya RSD Wisma Atlet akan membuka tower ketiga untuk merawat OTG Corona.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts