Diharap Turun Dalam 2 Pekan, Corona RI Malah Cetak 'Hattrick' Nyaris 5 Ribu Kasus Per Hari
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemerintah berharap wabah COVID-19 bisa menurun dalam 2 pekan. Namun nyatanya sejak Rabu (23/9) kemarin terjadi lonjakan kasus positif hingga memecahkan rekor nyaris menembus 5 ribu.

WowKeren - Presiden Joko Widodo sempat menyampaikan target agar penularan COVID-19 di Indonesia turun dalam 2 pekan. Namun tampaknya asa Jokowi ini harus ditekan cukup dalam lantaran dalam beberapa hari terakhir malah terjadi lonjakan kasus positif COVID-19.

Bahkan 3 hari ke belakang Indonesia mencetak "hattrick" dengan memecahkan rekor nasional secara berturut-turut. Yakni diawali dengan temuan 4.465 kasus pada Rabu (23/9), lalu 4.634 kasus pada Kamis (24/9), dan terakhir 4.823 kasus pada Jumat (25/9).

Dengan demikian, saat ini total ada 266.845 kasus positif COVID-19 yang dikonfirmasi di Indonesia. Dengan sebaran tertinggi di DKI Jakarta, yakni mencapai 67.902 pasien.

Bila diamati pada data hariannya, maka Ibu Kota masih menjadi penyumbang terbesar dalam 3 hari tersebut. Memang sejak Indonesia mengonfirmasi 4 ribu kasus per hari, DKI Jakarta terus mencatatkan lebih dari seribu pasien positif setiap harinya.


Seperti pada data Jumat (25/9) kemarin, Jakarta melaporkan 1.171 kasus positif COVID-19. Selain itu total ada 9 provinsi yang dinilai "paling parah" dari segi kasus positif COVID-19 nya.

Situasi ini pun langsung direspons, baik oleh Pemprov DKI Jakarta maupun pemerintah pusat. Pemprov DKI Jakarta sigap menarik "rem darurat" dengan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total, sedangkan pemerintah pusat fokus pada 8 provinsi lain.

Gubernur Anies Baswedan mengklaim bahwa pelaksanaan PSBB total, yang sudah diperpanjang sampai 11 Oktober 2020, berhasil menurunkan presentase kasus aktif sampai 12 persen. Sedangkan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, yang ditunjuk Jokowi untuk mengendalikan wabah Corona di 8 provinsi lain, mengklaim hasil kerjanya bisa dilihat dalam 10 hari ke depan.

Selain itu, pemerintah juga sudah merancang 4 langkah strategis untuk bisa mengendalikan pandemi COVID-19 di Indonesia. Termasuk di antaranya terkait dengan pengadaan vaksin.

Bahkan Bio Farma diklaim mampu memproduksi vaksin COVID-19 untuk kebutuhan dunia. Namun sampai vaksin itu bisa diproduksi dan diedarkan luas di tengah masyarakat, protokol kesehatan harus dipatuhi dengan ketat.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts