Heboh Gunung Salak 'Terbelah' Usai Sempat Dikaitkan dengan Dentuman Jaktim, Ternyata Ini Penyebabnya
Nasional

Sebuah fenomena mengejutkan berupa 'tanah terbelah' terekam di Gunung Salak, Jawa Barat dan menjadi viral beberapa waktu belakangan. Kini terungkap fenomena yang sebenarnya terjadi.

WowKeren - Beberapa waktu lalu peneliti menduga fenomena alam di Gunung Salak, Jawa Barat terkait dengan dentuman misterius yang mengguncang Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Bekasi. Dan ketika misteri itu belum terungkap, sebuah foto dan video viral menunjukkan adanya fenomena "tanah terbelah" yang rupanya direkam sejak Senin (21/9) pekan lalu.

Dan belakangan terungkap bahwa bukannya tanah terbelah, fenomena yang terekam lensa itu merupakan longsor yang terjadi di hulu sungai. Hal ini seperti disampaikan oleh Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (PTNW) Gunung Salak 1, Ugur Gursala.

Ugur menjelaskan longsoran itu terjadi karena faktor cuaca yang cukup ekstrem di sekitar Gunung Salak. Curah hujan yang cukup tinggi membuat debit Sungai Cikedung meluap hingga memicu longsoran dan banjir di bibir sungai.


Atas kejadian ini, sebanyak 3 hektar lahan pertanian milik warga di Kampung Palalangon rusak. "Tidak ada korban jiwa, hanya saja dampaknya adalah sawah dan kebun milik warga Kampung Palalangon sekitar 3 hektar, serta tertutupnya jalan Palalangon ke Loji. Sudah dibersihkan," jelasnya, seperti dilansir dari Kompas, Senin (28/9).

Kendati demikian, Ugur memastikan bahwa tidak ada unsur pembalakan liar di balik peristiwa longsor dan banjir besar ini. "Tidak ditemukan adanya illegal logging, pohon yang terbawa banjir akibat longsoran di pinggir sungai yang tersapu aliran air sungai," terangnya.

Peristiwa banjir dan longsor ini pun terkait dengan banjir bandang yang sempat terjadi di Sukabumi beberapa waktu lalu. Secara lokasi memang sesuai lantaran Sukabumi berada di kaki Gunung Salak.

Oleh karena itu, Ugur mengingatkan supaya warga yang tinggal di bawah kaki Gunung Salak dan sekitar sungai lebih berhati-hati terutama selama musim hujan. Ia menyarankan agar para warga mengungsi ke tempat yang aman demi meminimalisir risiko yang ada. "Sudah diimbau ke warga sekitar aliran sungai agar tetap waspada di saat musim hujan sekarang," pungkas Ugur.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts