Ini Perintah Khofifah Saat Tahu Demo UU Ciptaker Didominasi Siswa SMA-SMK Di Surabaya
Nasional
Pengesahan UU Cipta Kerja

Demo penolakan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja di Surabaya didominasi oleh pelajar SMA dan SMK, begini perintah dan tanggapan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

WowKeren - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) membongkar fakta mengenai aksi demonstrasi penolakan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja di Surabaya pada Kamis (8/10) lalu. Rupanya, demo tersebut didominasi oleh pelajar SMA dan SMK.

Direktur Intelkam Polda Jatim Kombes Pol Slamet Hariyadi menjelaskan jika pihaknya telah mengamankan pendemi di sejumlah titik. Hasilnya, 65 hingga 70 persen yang diamankan merupakan pelajar SMA dan SMK.

Fakta tersebut langsung mendapatkan perhatian serius dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Ia langsung memerintahkan setiap jajaran pihak di dunia pendidikan untuk memantau pengawasan belajar para siswa dengan lebih ketat. Imbauan ini diberikan Khofifah untuk kepala sekolah, guru, komite sekolah, OSIS, hingga kepala cabang Dinas Pendidikan.

Khofifah menilai jika Komite Sekolah dan OSIS dapat bersinergi bersama untuk memberikan sosialisasi dan mengawasi pelajar agar tidak ikut aksi demo. Hal ini disampaikannya dalam rapat secara online dengan Kepala sekolah SMA-SMK se jatim tentang Antisipasi Demo Omnibus Law yang melibatkan Pelajar di Gedung Negara Grahadi Surabaya.


Komite Sekolah dinilai Khofifah dapat membantu para orang tua untuk membimbing dan mengawasi langsung aktivitas anaknya. Sedangkan pendekatan melalui OSIS juga diyakini dapat efektif karena ada kedekatan emosional sebagai teman sebaya.

"Saya minta para kepala sekolah dan guru kelas mengundang Komite Sekolah, baik secara langsung maupun virtual," imbau Khofifah. "Begitu pula pengurus OSIS. Mereka diajak ikut untuk mengajak putra-putri atau temannya agar tetap konsentrasi belajar."

"Kalau OSIS bahkan bisa lebih efektif karena merupakan pendekatan teman sebaya," sambung Mantan Menteri Sosial (Mensos) ini. "Pendekatan ini biasanya menggunakan bahasa mereka, juga dengan diksi ala milenial."

Lebih lanjut Khofifah menekankan pentingnya literasi digital bagi pelajar demi menghindari hoaks yang beredar. Literasi digital dianggap dapat membantu siswa untuk menerima dan mencerna informasi dengan baik yang bisa digunakan untuk mengutarakan pendapat. "Disinilah peran dari pendidikan karakter yang dirasa sangat penting khususnya bagi anak- anak SMA dan SMK,” pungkasnya.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts