Ambulans Ditembaki di Demo UU Ciptaker, Ternyata Terungkap Bawa Batu untuk Perusuh
Rawpixel
Nasional
Pengesahan UU Cipta Kerja

Polda Metro Jaya mengungkap bahwa ambulans yang ditembaki gas air mata ketika Demo 1310 kemarin ternyata membawa batu untuk kebutuhan logistik massa perusuh.

WowKeren - Beberapa waktu lalu media sosial dibuat geger dengan aksi penembakan sebuah ambulans saat demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law, Selasa (13/10). Insiden itu disebut-sebut terjadi di daerah Cikini, Menteng, Jakarta Pusat dan sontak menimbulkan amarah publik.

Ambulans beserta pengemudinya pun langsung diamankan oleh pihak berwajib untuk diperiksa lebih jauh. Dan terungkap bahwa ambulans itu ternyata mengangkut batu sebagai logistik bagi perusuh.

Oleh karena itulah, Polda Metro Jaya menaikkan status kasus ambulans yang membawa batu saat aksi 1310 itu ke tingkat penyidikan. Saat ini penyidik dilaporkan sedang melakukan pendalaman untuk mencari konstruksi pasal yang tepat untuk kasus ini.

"Kami sudah naikkan ke tingkat penyidikan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, di Jakarta Selatan, Kamis (15/10). Kendati demikian, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.


Polisi mengaku sudah mengamankan sampai 11 orang yang kekinian telah dipulangkan karena berstatus saksi. Namun tak dijelaskan bagaimana identitas detail kesebelas orang itu. "Ya, mereka relawan," beber Yusri singkat, dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (16/10).

Sebagai pengingat, aksi "koboi" sebuah ambulans di Cikini, Menteng menarik perhatian masyarakat luas. Sebab terlihat ambulans itu bergerak mundur dengan kecepatan tinggi ketika dikejar oleh sekelompok polisi berseragam.

Ambulans itu pun kemudian berhasil melarikan diri dari tempat kejadian. Saat itulah polisi bergerak cepat melepaskan tembakan gas air mata, yang kemudian memicu amarah publik karena dianggap bertindak represif kepada petugas medis.

Polisi sendiri berkilah bahwa aksi itu dilakukan karena ambulans yang tidak mengindahkan perintah aparat. "Justru tancap gas, bahkan mau nabrak anggota sehingga menimbulkan kecurigaan petugas," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto, Rabu (14/10).

Polisi pun mencurigai bahwa ambulans itu membawa massa perusuh hingga berusaha untuk diamankan. Namun ternyata terungkap ambulansnya malah membawa logistik untuk massa perusuh.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts