Ini Penjelasan Pemerintah Soal Foto Komodo Hadang Truk Proyek
Nasional
Proyek Jurrasic Park di Pulau Komodo

Pemerintah Indonesia akhirnya angkat berbicara dan memberikan penjelasan mengenai hebohnya foto di media sosial yang memperlihatkan seekor komodo sedang menghadang truk proyek.

WowKeren - Foto komodo menghadang truk proyek saat ini sedang menghebohkan media sosial. Foto itu diduga diambil di kawasan proyek pembangunan wisata “Jurassic Park” di Taman Nasional Komodo, Pulau Rinca, NTT.

Berbagai kritikan dan sorotan terus dilayangkan ke Pemerintah Indonesia terkait nasib komodo. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) contohnya mengkritik pemerintah dan mempertanyakan habitat asli hewan endemik komodo yang mulai terancam akibat pembangunan “Jurassic Park” di kawasan Taman Nasional Komodo.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akhirnya angkat berbicara mengenai kontroversi foto tersebut. Kementerian PUPR menyatakan terus melaksanakan penataan di kawasan Pulau Rinca dengan penuh kehati-hatian.

Hal ini ditunjukkan Kementerian PUPR dengan melakukan kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Kerja sama in dilakukan melalui Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) yang ditandai dengan penandatanganan kerja sama pada 15 Juli 2020 lalu.


Sebagai informasi, Taman Nasional Komodo telah masuk dalam warisan dunia World Heritage Site Unesco yang memiliki outstanding universal value (OUV). Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya untuk menjaga habitat pulau komodo.

Menteri PUPR Basuki Hadimoeldjono menjelaskan pihaknya terus melakukan koordinasi dan konsultasi publik yang intensif, termasuk dengan para pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi ini meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan di lapangan untuk mencegah terjadinya dampak negatif terhadap habitat satwa, khususnya komodo.

”Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu,” jelas Basuki Hadimoeldjono seperti dilansir dari Kompas, Senin (26/10). “Baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pengembangan infrastruktur yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi.”

Bambang menerangkan segala kegiatan proyek yang bertujuan melakukan penataan di kawasan Pulau Rinca dilakukan dengan cara yang aman. Salah satunya adalah pembangunan Dermaga Loh Buaya yang merupakan peningkatan dermaga eksisting. Pembangunan itu bertujuan untuk mendirikan bangunan pengaman pantai yang sekaligus berfungsi sebagai jalan setapak untuk akses masuk dan keluar ke kawasan tersebut.

Bambang turut membeberkan proyek pemerintah lainnya di kawasan tersebut, yakni pembangunan elevated deck pada ruas eksisting. Hal itu berfungsi sebagai jalan akses yang menghubungkan dermaga, pusat informasi serta penginapan ranger, guide dan peneliti. Elevated Deck itu dirancang setinggi 2 meter agar tidak mengganggu aktivitas komodo dan hewan lain yang melintas serta melindungi keselamatan pengunjung.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts