Wabah Corona Belum Teratasi, Jakarta Perpanjang Lagi PSBB Transisi
Nasional
PSBB Corona

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang pelaksanaan PSBB transisi di wilayahnya hingga Minggu (22/11) mendatang. Kendati demikian wabah COVID-19 diklaim melambat.

WowKeren - Naik turunnya jumlah kasus Corona setiap hari mungkin menunjukkan tanda-tanda wabah melandai. Namun di beberapa daerah situasi rupanya masih belum benar-benar terkendali dan memaksa pemerintah setempat mengambil langkah tegas untuk mengatasinya.

Salah satunya DKI Jakarta yang selama ini masih menjadi pusat penyebaran wabah COVID-19. Jumlah kasus positif yang dikonfirmasi setiap hari di Ibu Kota bahkan bisa mencapai ratusan, nyaris mendekati ribuan malah, seperti yang terjadi pada Minggu (8/11) hari ini dengan 800-an pasien.

Karena itulah pemerintah DKI Jakarta mengambil keputusan untuk memperpanjang kembali pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. PSBB diperpanjang selama 14 hari terhitung mulai Senin (9/11) besok sampai Minggu (22/11) mendatang.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1100 Tahun 2020 tentang perpanjangan PSBB masa transisi. Terkait perpanjangan ini, dijelaskan oleh Gubernur Anies Baswedan, adalah untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.


"Ingat masih ada terjadi penularan meskipun melambat," kata Anies dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/11). "Jadi, harus tetap disiplin protokol kesehatan khususnya 3 M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak)."

Menurut Anies, keberjalanan PSBB transisi selama 2 pekan terakhir sudah mampu mengendalikan penularan COVID-19 di Ibu Kota. Namun kondisi ini tidak boleh sampai membuat masyarakat lengah serta tidak waspada.

"Justru sekarang harus makin waspada," tegas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, dilansir dari Kompas. "Jangan sampai karena melihat kondisi penularan melambat lalu jadi tidak disiplin."

Perihal lengahnya masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan merupakan alasan utama di balik lonjakan kasus-kasus positif COVID-19. Salah satunya terbukti dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19 yang mendapati 21 kabupaten/kota berstatus zona oranye malah semakin mendekati berubah ke zona merah.

Sukoharjo Jawa Tengah, Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau, dan Karimun Kepri merupakan zona dengan skor paling kecil mendekati angka 1. "Semakin kecil skornya, maka semakin dekat menuju zona merah," terang Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, Kamis (5/11).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts