BNPB Siapkan Helikopter Kala Gunung Merapi Siaga, Tanda Segera Erupsi?
Twitter/BNPB_Indonesia
Nasional

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan helikopter dan meningkatkan pengawasan di tengah status siaga Gunung Merapi, tanda akan segera erupsi?

WowKeren - Status Gunung Merapi telah naik dari level II (waspada) menjadi level III (siaga) sejak 5 November lalu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini menyiagakan satu unit helikopter jenis Dauphin untuk pemantauan aktivitas Gunung Merapi.

BNPB memprediksi Gunung Merapi telah memasuki siklus erupsinya kembali. Oleh sebab itu, satu unit helikopter diserahkan BNPB ke Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan dan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta pada Kamis (19/11).

Kepala BNPB Doni Monardo menjelaskan helikopter itu dapat digunakan oleh pemerintah daerah yang mencakup wilayah administrasi Gunung Merapi. Adapun helikopter itu akan dititipkan kepada jajaran TNI dan disiagakan di Pangkalan Udara Adi Sucipto Yogyakarta.

“Kami dari BNPB akan menempatkan helikopter di sini, yang bisa mungkin nanti dimanfaatkan oleh Gubernur DI Yogyakarta dan Gubernur Jawa Tengah untuk memantau perkembangan Gunung Merapi,” ujar Doni seperti dilansir dari Tempo, Kamis (18/11). "Nanti akan diatur oleh TNI."


Doni menilai pemberian helikopter ini menjadi bukti jika pemerintah pusat selalu hadir dalam mitigasi dan penanganan bencana alam. Selain itu, pemberian helikopter itu juga sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo yang menegaskan keselamatan rakyat harus menjadi hukum tertinggi.

"Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi" jelas Doni. "Sehingga semua rencana-rencana yang berhubungan dengan antisipasi erupsi Gunung Merapi harus kita lakukan sebaik mungkin, agar mengurangi risiko, terutama korban jiwa, termasuk juga kerugian harta benda."

Lebih lanjut Doni berharap Badan Geologi maupun BPPTKG dapat menggunakan helikopter itu untuk menambah akurasi pemantauan Gunung Merapi. Tujuan pemantauan ini agar dapat mengetahui mitigasi potensi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang lebih baik. "Mungkin saat gubernur melakukan peninjauan juga bisa diikuti oleh tim Badan Geologi atau para ahli," pungkas Doni.

Sebagai informasi, BPPTKG menyebut aktivitas Gunung Merapi di tahun ini memiliki kesamaan dengan erupsi pada 2006 silam. Itu artinya letusan Gunung Merapi berpotensi memicu terjadinya guguran lahar panas. Meski demikian, aktivitas Merapi tahun ini dinilai tidak akan seburuk erupsi pada 2010 silam.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts