Staf Rumah Duka Langsung Dipecat Usai Ambil Selfie Bareng Jenazah Maradona
Selebriti

Legenda sepak bola Diego Maradona dilaporkan meninggal dalam tidurnya pada Rabu (25/11) siang waktu setempat karena edema paru akut dan gagal jantung kronis.

WowKeren - Seorang karyawan di rumah duka tempat mendiang Diego Maradona disemayamkan sempat melakukan hal yang tidak sopan saat mempersiapkan jenazah legenda sepakbola itu untuk upacara penguburannya. Pasalnya, karyawan tersebut melakukan selfie dengan jasad Maradona.

Dia pun kehilangan pekerjaannya setelah kedapatan melakukan tindakan tak pantas itu. Dilaporkan bahwa pria itu mengendap-endap di samping peti mati Maradona yang terbuka untuk berswafoto.

Foto yang telah menjadi viral itu dilaporkan menunjukkan pria itu mengacungkan jempol di sebelah jenazah Maradona. Publik pun langsung marah atas foto viral tersebut dan mendesak agar pelaku diberi hukuman. "Dia harus dicabut kewarganegaraan Argentinanya. Anda tidak bisa melakukan hal seperti ini. Benar-benar tidak menghormati," tulis seorang pengguna media sosial.

Terlepas dari hal tersebut, pekan lalu jaksa Argentina menyelidiki kematian legenda sepak bola Diego Maradona pada Jumat (27/11) waktu setempat. Penyelidikan dilakukan guna mengetahui kemungkinan kematian Maradona pada Rabu (25/11) disebabkan kelalaian medis atau tidak. "Sudah ada kejanggalan," kata seorang anggota keluarga dekat Maradona.

Pengacara Maradona, Matias Morla, sebelumnya telah meminta penyelidikan atas klaim bahwa ambulans membutuhkan waktu lebih dari setengah jam untuk sampai di rumah bintang sepak bola itu. Sementara itu, kantor kejaksaan di Buenos Aires telah membuka file berjudul "Maradona, Diego. Penentuan penyebab kematian".


"Kasus ini dimulai karena dia adalah orang yang meninggal di rumah dan tidak ada yang menandatangani akta kematiannya. Itu tidak berarti ada kecurigaan atau penyimpangan," kata sumber pengadilan.

Sebelumnya, sebuah laporan otopsi awal menetapkan bahwa Maradona meninggal dalam tidurnya pada Rabu (25/11) siang karena edema paru akut dan gagal jantung kronis. Legenda sepak bola Argentina itu menerima perawatan medis di Tigre, utara Buenos Aires, tempatnya memulihkan diri dari operasi untuk menghilangkan gumpalan darah di otaknya pada awal November.

Di sisi lain, Presiden Alberto Fernandez mengumumkan tiga hari berkabung nasional. Jenazah Maradona sempat dibawa ke istana kepresidenan di Buenos Aires untuk untuk memungkinkan para penggemarnya mengucapkan selamat tinggal dan memberikan penghormatan terakhir.

Ribuan pelayat berderet pada Kamis (26/11) lalu. Hal itu menyebabkan keributan pada satu titik ketika beberapa berkonfrontasi dengan polisi yang mencoba menjaga ketertiban di rumah kepresidenan negara itu

Beberapa orang melemparkan botol dan potongan logam ke polisi di dekat Casa Rosada di jantung Buenos Aires. Petugas di satu titik menggunakan gas air mata untuk mencoba mengendalikan mereka.

Kemudian pada hari yang sama, jenazah Maradona dibawa ke pemakaman Bella Vista di pinggiran Ibu Kota tempat sang legenda dimakamkan. Situs pemakaman itu merupakan situs pemakaman yang sama untuk mendiang orang tua Maradona. Upacara tersebut diadakan secara tertutup dan hanya dihadiri oleh keluarga dan teman dekat.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts