Siap-Siap! Harga Emas Diprediksi Naik Lagi Usai Trump Sepakat Cairkan Stimulus Rp32.430 Triliun
Nasional
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Presiden AS Donald Trump akhirnya meneken stimulus senilai USD 2 triliun yang diprediksi membuat harga emas ikut terkerek naik. Lantas bagaimana pergerakan di Indonesia?

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya berkenan menandatangani UU bantuan virus Corona. Lewat UU ini maka pemerintah AS bisa mencairkan paket tunjangan pengangguran bagi jutaan warga sekaligus mencegah terjadinya penutupan pemerintahan akibat kekurangan biaya operasional.

Dilansir dari Reuters, total paket stimulus itu adalah USD2,3 triliun atau setara Rp32.430 triliun. Dan ditandatanganinya UU ini membuat pasar global kembali bergerak, termasuk untuk harga emas.

Diketahui beberapa waktu belakangan harga emas dunia malah turun menjauhi standar tertinggi USD1.900 per troy ons. Namun dengan adanya berita soal stimulus yang diteken Trump, maka harga emas ikut terkerek naik.

Bahkan sejumlah analis memperkirakan harga emas spot bisa mencapai USD2 ribu per troy ons pada 2021 mendatang. Dengan demikian muncul asumsi harga emas PT Aneka Tambang (ANTM) yang menjadi acuan di Indonesia bisa kembali menembus Rp1 juta per gramnya.


Menilik ke belakang, beberapa waktu lalu harga emas Antam memang sempat mencapai rekor Rp1 juta lebih per gramnya. Namun perlahan-lahan harga itu turun sampai sempat mencapai level Rp800 ribuan per gram beberapa pekan lalu.

Lantas apakah pergerakan harga emas Antam sudah mendekati harapan para analis? Melansir situs logammulia.com, harganya memang masih jauh dari level Rp1 juta per 1 gram, namun selama sepekan belakangan harga emas tengah merangkak naik menuju level tersebut.

Tercatat pada Senin (28/12) hari ini harga emas Antam ukuran 1 gram dibanderol senilai Rp977 ribu. Harga ini naik Rp4 ribu dibandingkan hari Sabtu (26/12) pekan lalu.

Di sisi lain, ditekennya UU stimulus COVID-19 sempat membuat banyak pihak bertanya-tanya. Namun seorang sumber dari Gedung Putih menyebut Trump akhirnya menandatangani RUU tersebut karena desakan dari banyak pihak.

Pasalnya Trump sudah mendiamkan RUU yang bisa menyelamatkan perekonomian dan pemerintahan AS tersebut selama sekitar 3 pekan. Diamnya Trump sempat menimbulkan kekhawatiran pemerintahan negeri Paman Sam terancam ditutup.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts