Pihak Sriwijaya Ungkap Ada 62 Orang Dalam Pesawat SJ-182 Yang Hilang, 6 Di Antaranya Kru
Twitter/flightradar24
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1) sore ini. Distrik Manajer Sriwijaya Air Pontianak, Faisal Rahman menyebut sebanyak 62 orang berada di dalam pesawat itu.

WowKeren - Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1) sore ini. Berdasarkan pantauan di Flight Radar, posisi terakhir pesawat di perairan utara Jakarta atau tepatnya Kepulauan Seribu. Distrik Manajer Sriwijaya Air Pontianak, Faisal Rahman menyebut sebanyak 62 orang berada di dalam pesawat.

Secara rinci, 62 orang itu terdiri dari 56 penumpang dan 6 awak kabin, seperti pilot dan pramugari. “Di dalam pesawat ada 62 jiwa. Kru pesawat 6 orang. Sisanya penumpang," ungkap Faisal yang dikutip dari Kompas, Sabtu (9/1).

Untuk tindakan antisipasi, PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio Pontianak telah mempersiapkan sebuah crisis center untuk mendata penumpang pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak dinyatakan hilang kontak. Crisis center ini juga disiapkan dengan tujuan memberi informasi bagi para keluarga korban.

Menurut data dari flightradar24, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak itu sendiri dijadwalkan bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada pukul 14.36 WIB lalu. Pesawat ini diperkirakan mendarat di Pontianak pada pukul 15.15 WIB.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan bahwa pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Diketahui, pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak ini hilang kontak sejak Sabtu (9/1) siang tadi.

"Ya dekat Pulau Laki," ungkap Budi Karya dilansir detikcom. Budi Karya dan jajarannya disebut akan menggelar jumpa pers terkait insiden ini dalam waktu dekat.

Sementara itu, warga Pulau Seribu mengaku mendengar ledakan dua kali pada Sabtu siang tadi. Warga Kasie Kecamatan Kep. Seribu Selatan bernama Surachman mengaku mendapat laporan dari nelayan yang mendengar ledakan dari tengah laut saat berlayar.

Surachman mengaku usai mendapat laporan, ia dan warga langsung mendekati lokasi kejadian. Di sana ia menemukan sejumlah benda termasuk potongan badan pesawat. Surachman juga menjelaskan bahwa lokasi kejadian berjarak 15 menit dari Pulau Lancang dan 10 menit jika dari Pulau Laki.

(wk/putr)

You can share this post!

Related Posts