Sriwijaya Air Jatuh, FAA Sempat Beri Peringatan Keras Potensi Masalah Pada Boeing 737-500
Reuters/Thomas White
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Regulator Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) sempat memberikan arahan darurat mengenai potensi masalah yang bisa terjadi dari pesawat Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air.

WowKeren - Tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara pada Sabtu (9/1) kemarin terus menguak sejumlah fakta baru. Salah satunya mengenai potensi masalah dari pesawat Boeing B737-500 milik Sriwijaya Air itu.

Dilansir Reuters, Federal Aviation Administration (FAA) atau Regulator Penerbangan Sipil AS telah memberi arahan darurat mengenai potensi masalah terhadap semua jenis pesawat Boeing 737. Setidaknya peringatan diberikan kepada 2.000 pesawat Boeing 737 New Generation dan Classic yang diparkirkan karena pandemi virus corona.

Berdasarkan pernyataan FFA, Pesawat Boeing 737 New Generation meliputi seri 600, 700, 800, dan 900. Sedangkan Boeing 737 Classic meliputi seri 300, 400, 500 dan jenis ini masih banyak dipakai maskapai Indonesia, termasuk Sriwijaya Air.

FAA memberikan peringatan keras pada bulan Juli lalu jika semua jenis pesawat Boeing 737 berpotensi rawan mati mesin di udara. Peringatan ini ditujukan khusus pesawat yang tidak dioperasikan selama tujuh hari berturut-turut.

Pesawat yang lama diparkir berpotensi mengalami korosi. Kerusakan itu diperingatkan FAA bisa berdampak fatal karena sanggup memicu kegagalan pada mesin ganda.


Peringatan FAA tersebut dikeluarkan setelah menerima empat laporan terbaru terkait matinya mesin tunggal pada pesawat yang lama diparkir. Setelah mengusutnya, mereka menemukan air check valve rusak saat mengeluarkan pesawat dari penyimpanan.

Karena itu, FAA mengimbau agar pesawat Boeing 737 yang sudah diparkir tujuh hari berturut-turut atau lebih agar tidak dioperasikan demi keamanan. Pemeriksaan lengkap harus dilakukan terlebih dahulu. Jika maskapai penerbangan menemukan korosi, mereka harus mengganti katup sebelum menerbangkan pesawat tersebut.

Berdasarkan penjelasan lengkap FAA, setiap maskapai penerbangan yang memiliki Boeing 737 diwajibkan selalu mengecek korosi air check valve untuk kedua mesin. Pasalnya, diparkirnya pesawat sanggup mengakibatkan matinya kompresor dan kehilangan daya mesin ganda (dual-engine power loss) tanpa kemampuan untuk memulai kembali.

Adapun laporan kerusakan pesawat pertama disampaikan oleh Alaska Airlines. Mereka melaporkan bahwa salah satu pesawatnya mencatat masalah mesin tiba-tiba mati baru-baru ini.

Sebagai informasi, maskapai global memang banyak memarkir ribuan pesawatnya imbas pandemi virus corona. Kendati demikian, permintaan penerbangan mulai meningkat belakangan ini, seperti yang terjadi di Indonesia.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts