Keluarga Korban Sriwijaya Air Diminta Tak Percaya Analisa di Medsos
Twitter/SAR_NASIONAL
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono lantas meminta agar keluarga korban insiden Sriwijaya Air untuk tidak begitu saja mempercayai analisa yang beredar di media sosial.

WowKeren - Kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ-182 yang jatuh ke perairan Kepulauan Seribu pekan lalu menimbulkan duka bagi Indonesia di awal tahun 2021. Warganet di media sosial pun ramai memperbincangkan insiden tersebut, dan beberapa bahkan memberikan analisa mereka sendiri.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono lantas meminta agar keluarga korban insiden Sriwijaya Air untuk tidak begitu saja mempercayai analisa yang beredar di media sosial tersebut. Hal tersebut disampaikan Soerjanto kala pihak KNKT dan Sriwijaya Air menemui keluarga penumpang dan awak pesawat rute Jakarta-Pontianak tersebut.

"Data yang beredar (luas di medsos) harus divalidasi, harus dicek sumber dan kebenarannya. Data yang beredar belumlah divalidasi," tutur Soerjanto dalam keterangannya, Rabu (13/1). "KNKT hanya akan memberikan pernyataan berdasarkan hasil pemeriksaan kotak hitam."

Sebagai contoh, tutur Soerjanto, ada yang menyebut kecepatan pesawat dalam satu detik berubah menjadi 50 knot. "Hal ini tidaklah benar. Bahkan mobil balap saja tidak secepat itu," jelas Soerjanto.


Oleh sebab itu, Soerjanto mengimbau agar spekulasi semacam itu tidak disebarluaskan. "Karena tidak benar," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Sub Komite IK Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo menyatakan bahwa pihaknya akan membuat laporan detail dan menyeluruh mengenai insiden ini usai proses investigasi benar-benar selesai dilakukan. Nurcahyo mengungkapkan bahwa KNKT memiliki kewajiban sesuai dengan ketentuan internasional untuk memberi laporan awal kepada publik selambat-lambatnya 30 hari pasca kecelakaan terjadi.

"Kami akan menghadirkan laporan awal investigasi dalam waktu 30 hari," kata Nurcahyo. "Namun dalam 30 hari itu, mungkin belum termasuk analisa KNKT, karena butuh waktu untuk mengungkap penyebabnya seperti apa, masalahnya dimana, atau pemeliharaannya bagaimana, semua pasti akan diungkapkan."

Di sisi lain, Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) akan mengirim penyelidik ke Indonesia sebagai bagian dari penyelidikan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. NTSB bakal memberangkatkan perwakilan dan tiga penyelidik ke Indonesia.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts