Darurat Butuh Stok Darah dan Tenda, Begini Kondisi Para Korban Gempa Majene-Mamuju
Twitter/BNPB_Indonesia
Nasional
Gempa Majene Sulbar

Banyak korban luka dalam gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju. Rumah Sakit di Sulawesi Barat melaporkan rincian kebutuhan darurat saat ini yang bisa menyelamatkan para korban.

WowKeren - Proses evakuasi dan penanganan korban gempa bumi di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat masih terus dilakukan. Banyaknya korban luka membuat stok darah menjadi kebutuhan darurat disana.

Rumah Sakit Darurat (RSD) area RSUD Sulawesi Barat (Sulbar) melaporkan pihaknya telah menerima 110 pasien korban luka-luka akibat gempa. Namun, RSUD Sulbar mengatakan mereka kekurangan kebutuhan yang paling mendesak, seperti stok darah, obat-obatan, hingga tenda.

Dilansir dari Detik, kondisi di RSUD Sulbar ini juga cukup memprihatinkan dalam menangani ratusan pasien korban gempa. Pasalnya, para korban terpaksa harus ditempatkan di halaman parkir area rumah sakit.

Tak sampai disitu, pelayanan rumah sakit semakin terkendala akibat hujan deras yang terus mengguyur di wilayah sekitar. Situasi ini tentunya membuat pasien tidak dapat menerima pelayanan maksimal dari rumah sakit.


”Sejak hari pertama, pelayanan medis korban gempa Mamuju dipusatkan di RS Darurat area RSUD Sulbar,” ucap Humas RSUD Sulbar, Wahyuddin saat ditemui di RSUD Sulbar, seperti dilansir dari Detik pada Minggu (17/1) siang. “Kini tercatat ada sebanyak 110 orang.”

”9 diantaranya sudah meninggal dunia,” sambungnya. “Keperluan pelayanan medis yang paling mendesak adalah tenda, apalagi saat ini sering terjadinya hujan deras.”

Wahyuddin menjelaskan kebutuhan tenda yang dimiliki pihak rumah sakit sendiri sangat terbatas. Mereka hanya memiliki 1 tenda besar dan 5 tenda ukuran kecil milik Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB). Jumlah tersebut masih tidak cukup untuk melayani ratusan pasien yang menjadi korban gempa.

”Jadi kebutuhan tenda tidak hanya untuk tenaga medis dan pasien gempa saja, melainkan keluarga pasien yang juga korban gempa Mamuju,” jelas Wahyuddin. “Jadi sekaligus dengan mengungsi di area RS Darurat. Selain itu, kebutuhan lainnya adalah pasokan stok darah untuk semua jenis dan obat obatan anestesi.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts