Lady Gaga Kembali Kecam Supremasi Kulit Putih dan Rasisme
Getty Images
Selebriti

Kecaman tersebut disampaikan oleh pelantun 'I'll Never Love Again' itu dalam pidato kemenangan di acara Beloved Community Award 2021, program tahunan dari King Center.

WowKeren - Lady Gaga kembali mengecam tindakan rasisme dan supremasi kulit putih. Hal itu disampaikan dalam pidato kemenangan di acara Beloved Community Award 2021, program tahunan dari King Center.

King Center merupakan organisasi nirlaba yang didirikan untuk meneruskan semangat Martin Luther King Jr. Dianugerahi penghargaan "High Ground" Yolanda King, putri sulung Martin Luther King Jr., Gaga pun menunjukkan tanggung jawab sosialnya sebagai penyanyi terkenal dan wanita kulit putih dalam upaya mengakhiri rasisme.

"Saya sadar, saya ada di hadapan kalian sebagai Stefani Germanotta (nama asli Gaga) seorang wanita kulit putih yang populer dan pengaruh besar. Identitas ras saya sebagai orang kulit putih, tidak menghalangi saya mendapatkan cinta dari komunis Dr King Jr.," kata Gaga melalui sebuah video pidato kemenangan, sebagaimana dilansir dari Us Magazine.

Gaga mendedikasikan kemenangannya bagi komunitas kulit hitam. Bintang "A Star is Born" itu menegaskan bahwa kehidupan yang adil dan setara bagi orang kulit hitam itu penting.


"Keadilan dan kegembiraan orang kulit hitam itu penting. Saya percaya kita memiliki tanggung jawab untuk melupakan, menerima kebenaran yang jujur tentang sejarah negara kita, mengakui bahwa supremasi kulit putih membuat kita tidak sehat dan mendorong kejahatan," imbuh pelantun "Shallow" tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, peraih piala Oscar itu juga meminta teman-teman kulit putihnya untuk memperbaiki kesalahan tanpa rasa malu. "Seperti apa yang dikatakan Dr King Jr., saya setuju bahwa orang kulit putih harus belajar kembali tentang keberagaman dan mengubah sikap dan perilakunya," lanjutnya.

Di sisi lain, Lady Gaga menerima penghargaan ini karena ia dianggap sangat vokal menyuarakkan keadilan, ketika protes Black Lives Matter muncul di seluruh AS sebagai tanggapan atas kematian George Floyd pada musim panas 2020.

Sementara itu, Martin Luther King Jr. lahir pada 15 Januari 1929 dan meninggal 4 April 1968. Ia adalah seorang pendeta, aktivis, juru bicara dan, pemimpin yang paling vokal dalam Gerakan Hak Sipil dari tahun 1955 hingga terbunuh pada tahun 1968.

King terkenal karena memperjuangkan hak-hak sipil melalui non-kekerasan dan pembangkangan sipil, yang diilhami oleh kepercayaan Kristennya dan aktivisme non-kekerasan Mahatma Gandhi. Dia adalah putra dari aktivis hak-hak sipil awal Martin Luther King, Sr.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts