Mendikbud Nadiem Makarim Izinkan Sekolah Tatap Muka Asal Penuhi Syarat Ini
Reuters/Willy Kurniawan
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Mendikbud Nadiem Makarim mengizinkan daerah untuk memberlakukan sekolah tatap muka asal memenuhi persyaratan tertentu. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

WowKeren - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan bahwa sekolah tatap muka bisa dilakukan meski jumlah kasus positif COVID-19 terus meningkat. Namun keputusan ini tetap harus memperhatikan faktor tertentu dan tergantung dari kebijakan daerah setempat.

"Bahwa SKB (surat keputusan bersama) 4 menteri keputusan terakhir didelegasikan pada Pemda sendiri. Jadi untuk mengakselerasi keputusan ini, biar nanti, banyak sekali daerah yang susah melaksanakan PJJ (pembelajaran jarak jauh), kita memberikan hak kembali pada pemda," kata Nadiem seperti dilansir dari Kumparan pada Jumat (22/1).

Nadiem berharap sekolah tatap muka bisa segera diterapkan di berbagai daerah yang cenderung aman dari pandemi dan sulit memberlakukan pembelajaran jarak jauh. Dengan begitu, para siswa tidak akan ketinggalan pelajaran terlalu banyak.

"Anjuran dari Kemendikbud apalagi di daerah yang sangat sulit melaksanakan PJJ sebaiknya sekolah tatap muka bisa dilakukan karena memang sangat serius risiko learning lost yang terjadi," imbuhnya.


"Jadinya pertanyaan itu masing-masing ditujukan kepada pemda karena mereka yang mengerti kondisi, kesehatan kesulitan melaksanakan PJJ di masing-masing daerah," jelasnya.

Nadiem juga memaparkan bahwa pemerintah telah melakukan sejumlah upaya agar para siswa bisa mendapatkan ilmu dengan baik meski tengah menjalani PJJ. Mulai dari pemberian subsidi kuota internet hingga dana BOS yang bisa digunakan untuk membeli handphone atau laptop.

Kendati demikian, Nadiem tak menampik jika sekolah tatap muka adalah solusi terbaik yang bisa diambil untuk menekan risiko terjadinya learning lost. Karena itulah ia meminta Pemda untuk mengizinkan sekolah melakukan pembelajaran tatap muka jika memang sudah memenuhi syarat seperti di atas.

"Hal ini untuk memitigasi tapi tentunya tidak seoptimal tatap muka. Jadi tolong bagi pemda, pemda di mana para sekolah yang paling sulit melakukan PJJ, segera melakukan tatap muka. Toh tatap muka dilakukan dengan protokol kesehatan dengan kapasitas 50 persen," pungkasnya.

Sementara itu, Nadiem telah memastikan bahwa pemerintah akan memperpanjang pemberian subsidi kuota internet gratis bagi insan pendidikan. Subsidi ini akan diberikan pada bulan Maret hingga Mei 2021 mendatang.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts