Sekolah Online Disebut Turunkan Kualitas Belajar, Kemendikbud Imbau Guru Lakukan Ini
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Kemendikbud mengakui bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat menurunkan kualitas belajar. Untuk mengatasinya, mereka mengimbau para guru melakukan upaya ini.

WowKeren - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi salah satu solusi yang diambil pemerintah untuk meminimalisir penularan virus Corona. Namun Kemendikbud menilai kebijakan ini telah menurunkan kualitas belajar para siswa.

Hal ini seperti yang dituturkan oleh Jumeri selaku Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud. Dalam sebuah diskusi yang disiarkan oleh kanal YouTube MNC Trijaya, Jumeri mengatakan PJJ membuat para siswa tidak mendapat materi pelajaran yang cukup.

"Secara akademis tentu ada penurunan hasil belajar siswa karena bagaimanapun guru-guru kita memberikan materi tentu total materinya jauh di bawah situasi normal ketika anak-anak itu belajar tatap muka," kata Jumeri melalui kanal YouTube MNC Trijaya pada Sabtu (23/1).

"Kita menyadari bahwa ketika anak-anak kita itu ketemu gurunya saja di kelas itu kadang-kadang pemahamannya masih kurang. Apalagi ini jarak jauh. Kemudian juga ada keterbatasan dalam belajar ini adalah mungkin sebenarnya dalam PJJ itu butuh peran serta orangtua, keluarga atau masyarakat setempat di mana anak itu tinggal," imbuhnya.

Namun, orangtua murid terkadang tidak dapat memberi dukungan penuh terhadap putra-putrinya yang melakukan PJJ karena berbagai faktor. Seperti keharusan untuk bekerja hingga ketidakmampuan mereka dalam membimbing anaknya belajar.


Karena itulah Kemendikbud meminta para guru untuk menambahkan kedisiplinan hingga kesungguhan siswa saat belajar ke dalam sistem penilaian. Di samping itu, pihaknya juga berharap para guru akan membangun komunikasi dengan orangtua untuk membahas kesulitan masing-masing murid.

"Atas dasar itu, kami sudah meminta kepada guru-guru kita untuk bisa melakukan penilaian atas dasar tidak hanya hasil menjawab soal, tetapi kesungguhan, motivasi, kedisiplinan anak-anak kita dalam mengikuti pembelajaran itu juga menjadi satu penilaian, itu bagian penilaian karakter juga," paparnya.

"Kami juga meminta agar guru-guru kita berkomunikasi dengan orangtua untuk bisa melaporkan kondisi belajar anak-anak kita yang ada di rumah. Sehingga itu juga menjadi bagian dari penilaian hasil belajar peserta didik," pungkasnya.

Sementara itu, pembelajaran jarak jauh telah dilakukan sejak bulan Maret 2020 untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. Selama penerapannya, ada banyak orangtua yang mengeluh kesulitan dalam membimbing anak-anak untuk belajar.

Di samping itu, sejumlah kendala lain juga ikut menghantui. Salah satunya adalah soal keterbatasan jaringan dan fasilitas. Untuk mengatasi permasalahan ini, Kemendikbud telah mengucurkan banyak anggaran guna memberikan subsidi kuota internet. Namun proses pelaksanaannya kerap menemui pro kontra.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts