Angka Kasus Corona Anak di Depok Lampaui Nasional, KPAI: Ini Ironis
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebanyak 15 persen kasus virus corona (COVID-19) di Depok, Jawa Barat, diketahui diderita anak-anak. Komisioner KPAI Retno Listyarti menduga penularan corona terhadap anak ini disebabkan oleh klaster keluarga.

WowKeren - Virus corona (COVID-19) diketahui tidak hanya menyerang orang dewasa saja, namun juga anak-anak. Sebanyak 8 persen kasus COVID-19 di Indonesia rupanya diderita oleh anak-anak.

Salah satu daerah dengan rasio kasus corona anak tertinggi di Indonesia adalah Depok, Jawa Barat. Sebanyak 15 persen kasus COVID-19 di Depok diketahui diderita anak-anak.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti lantas menyayangkan hal ini, mengingat sebagian besar anak-anak kini masih belum menjalani pembelajaran tatap muka. Ia pun menduga penularan corona terhadap anak ini disebabkan oleh klaster keluarga.

"Ini ironis, karena anak-anak saat ini masih berada di rumah, masih belajar dari rumah dan belum ada sekolah tatap muka," tutur Retno pada Senin (25/1) hari ini. "Ayah dan ibunya kemungkinan bekerja dan keluar rumah."


Oleh sebab itu, Retno mengingatkan perlunya kehati-hatian orangtua dan peningkatan disiplin protokol kesehatan di lingkungan keluarga. Retno mengimbau agar anggota keluarga tetap berada di rumah dan tak melakukan aktivitas luar rumah jika tidak penting. "Risiko penularan COVID-19 akan jauh lebih besar jika berada di luar rumah," kata Retno.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, mengungkapkan banyaknya anak-anak yang tertular COVID-19. Kala itu, Dadang mengumumkan ada 43 anak Panti Asuhan Santo Fransiskus Asisi yang dinyatakan positif terpapar corona.

"Kami berkoordinasi aktif dengan KPAI terkait dengan kejadian kasus yang terjadi pada panti asuhan," jelas Dadang pada Jumat (22/1) pekan lalu. "Demikian pula untuk kasus-kasus lainnya yang menimpa pada anak, karena kita ketahui untuk di Kota Depok, persentase yang terpapar (COVID-19) dari kategori usia anak-anak itu lebih-kurang 15 persen dari total kasus."

Menurut Satgas, penularan COVID-19 di Depok saat ini memang masih didominasi oleh klaster keluarga dan klaster perkantoran. Kedua klaster tersebut bersifat mempengaruhi satu sama lain. Contohnya, orang yang terpapar corona di kantor berpeluang besar menularkan virus tersebut kepada anggota keluarganya.

Jumlah kasus positif COVID-19 per Minggu (24/1) kemarin mencapai 24.536 kasus. Dari jumlah tersebut, masih ada 4.786 pasien yang harus menjalani perawatan di rumah sakit atau atau pun isolasi mandiri.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts