Begini yang Dirasakan Jokowi Pasca Terima Dosis Kedua Vaksin COVID-19
Nasional
Vaksin COVID-19

Presiden Joko Widodo menerima dosis kedua vaksin COVID-19 Sinovac pada Rabu (27/1) hari ini. Usai divaksin, Jokowi pun blak-blakan soal efek samping yang dirasakannya.

WowKeren - Presiden Joko Widodo sudah menerima dosis kedua vaksin COVID-19 pada Rabu (27/1) pagi. Lantas apa kata Jokowi usai menerima suntikan vaksin tersebut?

Rupanya Jokowi merasa vaksinasi hari ini tak berbeda dengan yang dirasakannya kala menerima dosis pertama 2 pekan lalu, yakni Rabu (13/1). "Sama seperti dua minggu lalu. Tidak terasa," terang Jokowi usai disuntik, dilansir dari Kompas TV.

Jokowi pun mengingat reaksi tubuhnya usai menerima dosis pertama vaksin COVID-19. Kala itu efek samping ia rasakan hanya pegal-pegal di lengan yang disuntikkan vaksin. Rasa pegal ini baru muncul dua jam setelah divaksin.

Jokowi menegaskan bahwa efek samping yang dirasakan itu sama sekali tak menghambatnya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Sang mantan Wali Kota Solo pun memprediksi reaksi serupa akan kembali muncul dan dirasakannya pasca vaksinasi dosis kedua ini.


Untuk diketahui, hari ini ada sejumlah agenda yang dilakukan Jokowi. Mulai dari vaksinasi dosis kedua hingga pelantikan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Vaksinasi dosis kedua sendiri, seperti agenda pertama 2 pekan lalu, diadakan di Kompleks Istana Kepresidenan dan melibatkan sejumlah tokoh publik. Termasuk di antaranya selebriti Raffi Ahmad dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Pada kesempatan itu, Jokowi pun kembali mengingatkan agar publik tetap mematuhi protokol kesehatan walau telah menerima vaksin. "Ini penting karena kuncinya ada di situ," tegas Jokowi.

"Meskipun nantinya sudah divaksin kita tetap patuhi protokol kesehatan. Dijaga secara disiplin," imbuhnya. Pasalnya vaksin tak serta-merta memunculkan antibodi untuk menangkal virus Corona yang masuk ke tubuh.

Terkait durasi terbentuknya antibodi pasca vaksinasi, dijelaskan Ketua ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) Prof Dr Sri Rezeki S Hadinegoro, baru terbentuk sekitar 30 hari setelah vaksinasi. "Lalu, setelah disuntik dua kali, itu kita nggak langsung tinggi antibodinya, kita perlu waktu untuk meningkatkan antibodi. Paling tidak setelah dua kali suntik itu 14 hari sampai 1 bulan baru dia maksimal antibodi," ujar Sri.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts