COVID-19 Tembus 1 Juta, Menkes Imbau RS Rujukan Tambah Tempat Tidur
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Seiring dengan lonjakan kasus positif COVID-19 di Indonesia usai libur Nataru, sejumlah rumah sakit terancam kolaps karena tidak dapat menampung lebih banyak pasien.

WowKeren - Baru-baru ini Indonesia mencatat rekor baru kasus Corona dengan jumlah 1 juta kasus. Berkaitan dengan hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin rupanya telah memerintahkan seluruh rumah sakit rujukan untuk menambah tempat tidur bagi pasien COVID- 19. Hal ini dikatakan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir dalam sebuah diskusi yang digelar Forum Merdeka Barat melalui kanal YouTube Kemkominfo TV.

"Oleh karena jumlah kenaikan kasus yang tak terbendung ini, maka pemerintah mengeluarkan satu kebijakan. Pemerintah memberikan kesempatan dan mengizinkan semua rumah sakit di Indonesia, termasuk rumah sakit swasta untuk memberikan layanan pasien COVID-19 ini asalkan mereka mengikuti prosedur, SOP kita," kata Abdul pada Rabu (27/1).

Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, Kemenkes berharap rumah sakit yang terletak di zona merah menambah tempat tidur setidaknya sebesar 40 persen di ruang isolasi dan 25 persen untuk ruang instalasi gawat darurat (IGD). "Untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan tempat tidur eh kenaikan jumlah pasien yang begitu tinggi, maka tentunya rumah sakit juga harus ditambah tempat tidurnya," imbuh Abdul.


"Dan bapak menteri kesehatan telah mengeluarkan surat edaran yang memerintahkan semacam instruksi kepada semua rumah sakit, khususnya rumah sakit yang berada di zona merah untuk melakukan penambahan tempat tidur atau melakukan konversi tempat tidur minimal 40 persen ruang isolasi dan 25 persen untuk ruang ICU," paparnya.

"Oleh karena itu yang kita anjurkan untuk sementara ini adalah mengkonversi. Mengkonversi dalam artian mengubah fungsi tempat tidur yang selama ini digunakan untuk pasien non COVID-19 itu dikonversi menjadi pelayanan untuk pasien COVID-19," pungkasnya.

Sementara itu, keterisian tempat tidur rumah sakit di sejumlah provinsi di Indonesia diketahui telah berada di atas 70 persen. Hal ini membuat rumah sakit terancam kolaps karena ada banyak pasien yang tidak mendapat perawatan.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts