Bukan Imbas Posting Gaji Rp700 Ribu, Ternyata Ini Alasan Pemecatan Guru Honorer Via Pesan Singkat
Nasional

Hervina (34) diberhentikan dari pekerjaannya sebagai guru honorer SDN 169 Sadar, Bone, Sulsel tak lama setelah mengunggah rasa 'terimakasih' gaji senilai Rp700 ribu akhirnya dibayar.

WowKeren - Nestapa yang dialami Hervina (34), seorang guru honorer di SDN 169 Sadar, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan sedang menjadi sorotan nasional. Sebab Hervina dipecat dari pekerjaannya sebagai pengajar selama belasan tahun belakangan usai mengunggah gaji sebesar Rp700 ribu yang diterimanya di media sosial.

Dalam pengakuannya seperti dilansir dari Kompas, Hervina mengunggah alokasi gajinya itu karena terlampau gembira usai menerima upahnya yang dirapel selama 4 bulan. "Saya sangat gembira karena baru menerima gaji (rapel) sejak empat bulan lalu, kemudian saya posting ke media sosial," ujar Hervina, Senin (15/2).

Sayang beberapa jam setelahnya Hervina malah menerima pesan singkat dari Jumarang, suami Kepala SDN 169 sadar perihal pemecatannya. "Mulai sekarang kau berhenti mengajar, cari saja sekolah lain yang bisa gaji kamu lebih banyak," demikian isi pesan yang Hervina terima, dilansir pada Selasa (16/2).

Pemecatan Hervina ini jelas langsung menjadi bulan-bulanan masyarakat hingga membuat Kepala SDN 169 Sadar, Hamsinah, yang juga istri Jumarang. untuk buka suara. Hamsinah menyangkal pemecatan Hervina terkait unggahan tersebut tetapi akibat masuknya dua guru CPNS baru.


"Tidak ada hubungannya pemecatan ini dengan postingan di media sosial. Saat ini sudah ada 2 orang CPNS yang baru masuk mengajar, jadi kuota tenaga pengajar sudah lebih," tutur Hamsinah.

Namun pernyataan Hamsinah ini berbalas bantahan lagi dari Kepala Desa Sadar Andi Sudi Alam. Sebab Andi malah meminta dinas pendidikan setempat untuk menambah tenaga pengajar di desanya yang kekurangan guru.

"Di desa saya ada dua sekolah dan guru PNS hanya 4 orang. Jadi selebihnya adalah guru honorer dan pengalaman kami selama ini guru honorer adalah ujung tombak pendidikan," kata Andi. "Sebab guru PNS jarang masuk mengajar karena desa ini adalah desa terpencil."

Hingga kini simpang siur pemecatan Hervina masih menjadi sorotan publik. Apalagi karena sebelumnya beredar pula isu bahwa Hervina dicopot karena beberapa kali tercatat tidak mengajar, yang ternyata terkait dengan kondisi kesehatannya yang berjuang melawan tumor payudara.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts