Ratusan Pelanggan PLN Terdampak Gardu Rusak Akibat Banjir Jakarta
Nasional
Fenomena Banjir 2021

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta mengumumkan pada Jumat (19/2) hari ini supaya masyarakat mewaspadai banjir karena beberapa pintu air mulai masuk ke status Siaga 3.

WowKeren - Banjir di wilayah Jakarta pada Jumat (19/2) hari ini membuat dua unit gardu distribusi listrik rusak. Akibatnya, sebanyak 666 pelanggan PLN di wilayah Ibu Kota terkena dampak pemadaman listrik.

"Dua gardu yang terkena dampak banjir masing-masing di Jalan Dermaga Baru, Klender, Jakarta Timur, dan di Jalan Kalimalang," ungkap Humas PLN Disjaya Dita Artsana dilansir Antara. Selain itu, banjir tersebut juga membuat dua jaringan tegang rendah (JTR) mengalami gangguan dan mengakibatkan pemadaman.

Adapun lokasi yang terdampak pemadaman listrik tersebut antara lain Jalan Dermaga Baru, Jalan Kalimalang, Kompleks Dosen IKIP dan Jalan Bintara Jaya II, Kota Bekasi, Jawa Barat. "Persentase yang terkena dampak relatif sedikit berkisar 0,01 persen dari total 4.769.726 pelanggan. Namun situasi akan kami perbaharui per jam," jelas Dita.

Lebih lanjut, Dita menjelaskan bahwa PLN melakukan pemadaman listrik jika rumah pelanggan terendam banjir atau gardu distribusi listrik terendam banjir. Setelah instalasi dipastikan kering, penormalan listrik baru bisa dilakukan.


"Penormalan listrik dapat dilakukan setelah instalasi dipastikan kering," tutur Dita. "Dan ada penandatanganan berita acara yang dilakukan pengurus RT/RW atau tokoh masyarakat setempat."

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta mengumumkan pada Jumat (19/2) hari ini supaya masyarakat mewaspadai banjir karena beberapa pintu air mulai masuk ke status Siaga 3. Seperti Pintu Air Karet dan Pulo Gadung sehingga warga di sejumlah wilayah harus mengantisipasi.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengingatkan bahwa potensi hujan ekstrem yang bisa menyebabkan banjir mungkin awet berlangsung sampai Sabtu (20/2) besok. LAPAN bahkan menyebut banjir besar yang sempat terjadi pada 1 Januari 2020 tahun lalu bisa terjadi kembali dalam waktu dekat.

"Semua pihak diharapkan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir besar yang dapat terjadi secara luas di Jadetabek," kata Peneliti Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer LAPAN, Erma Yulihastin, dilansir dari Tempo. "Sebagaimana yang pernah terjadi pada 1 Januari 2020."

Hujan juga akan terbentuk di kawasan Bogor dan sekitarnya, kemudian menjalar ke utara menuju Jakarta. Intensitas hujan akan meningkat menjelang malam, bahkan di Jakarta diprediksi awet sampai Sabtu pagi. "Hujan ekstrem dinihari itu sangat erat dipengaruhi oleh penguatan (Cross Equatorial Northerky Surge, CENS) dan angin di Laut Jawa yang bersifat sangat lembap," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts