Pantang Menyerah! Pengantin Ini Sampai Rela Ditandu Demi Menikah di Tengah Banjir
Instagram/perempuantangguh.official
SerbaSerbi
Fenomena Banjir 2021

Banjir yang menerjang daerah pemukiman mereka sampai setinggi lutut orang dewasa. Namun hal itu tak menyurutkan niat keduanya untuk tetap melangsungkan pernikahan.

WowKeren - Banjir besar memang tengah menerjang DKI Jakarta dan sejumlah daerah penyangganya. Namun banjir yang terjadi nyatanya tak menghalangi niat pasangan mempelai di salah satu daerah Jakarta ini untuk melangsungkan pernikahannya.

Bahkan demi tetap melangsungkan hari sakral tersebut, keduanya rela ditandu agar pakaian pernikahan mereka tak basah terendam genangan air. Namun tentu saja bukan memakai tandu biasa, para warga setempat malah menggunakan bak mandi hingga ember untuk menandu kedua mempelai.

Tampak sejoli itu mengenakan pakaian bernuansa abu-abu, lengkap dengan riasannya masing-masing. Sang mempelai wanita tak kuasa menahan tangis kala warga ikut berkumpul mengiringi perjalanan mereka.

Dilansir dari akun Instagram @perempuantangguh.official yang mengunggah video ini, rupanya mereka akan menikah di Tegal Parang, Mampang, Jakarta. Namun tampak di video itu pula banjir yang terjadi sangat tinggi sampai selutut orang dewasa.


Hujan pun masih rintik-rintik mengiringi perjalanan mereka. Bahkan sesekali perjalanan terhambat karena air yang terlampau tinggi, arus yang kelewat deras, atau celah gang antar rumah yang terlalu sempit sehingga harus memutar otak untuk bisa melewatinya.

"Pengantin Terjang Banjir. Kondisi banjir yang menerjang sejumlah kawasan di DKI Jakarta tidak menghentikan sepasang pengantin untuk menggelar pernikahannya," tulis @perempuantangguh.official. "Dengan ‘berperahu’ bak mandi bayi, calon pengantin perempuan dibantu warga menuju tempat perhelatan di Tegal Parang, Mampang, Jakarta."

"Sementara Pengantin pria dibawa dengan ‘ditandu’ menggunakan ember," imbuhnya. "Mereka nekad menerjang banjir demi tetap melangsungkan pernikahan."

Di sisi lain, pemerintah setempat terus mengupayakan agar banjir segera surut. Kendati demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap bahwa curah hujan ekstrem masih mungkin terjadi, bahkan selama 2 hari ke depan bisa memicu banjir dan bandang di 5 provinsi lain.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts