Bisa Bikin Makin Parah, 7 Makanan Ini Sebaiknya Tak Dikonsumsi Penderita Arthritis
Getty Images
Health

Studi menunjukkan jika pola diet misalnya dengan mengurangi atau menghilangkan makanan dan minuman tertentu dapat menurunkan tingkat keparahan gejala radang sendi.

WowKeren - Arthritis atau radang sendi adalah kondisi peradangan yang terjadi pada suatu atau beberapa sendi. Kondisi ini menyebabkan sendi menjadi kaku dan sulit untuk digerakkan. Gangguan kesehatan ini bisa terjadi pada golongan usia mana pun dan faktor penyebabnya pun juga beragam.

Kondisi ini menyebabkan rasa sakit dan kerusakan, tak hanya pada persendian namun juga tulang dan bagian tubuh lainnya tergantung jenisnya. Ada osteoarthritis, rheumatoid arthritis (RA), maupun asam urat. Beberapa  faktor yang juga bisa meningkatkan radang sendi adalah usia, jenis kelamin, maupun riwayat penyakit.

Studi menunjukkan jika pola diet misalnya dengan mengurangi atau menghilangkan makanan dan minuman tertentu dapat menurunkan tingkat keparahan gejala radang sendi. Berikut beberapa makanan yang perlu dihindari agar radang sendi tidak semakin parah.

(wk/zodi)

1. Daging Merah yang Diproses


Daging Merah yang Diproses
Unsplash/Sven Brandsma

Daging adalah sumber protein yang baik untuk tubuh namun konsumsinya juga sebaiknya diperhatikan. Sejumlah studi menunjukkan adanya keterkaitan antara daging merah olahan dengan peradangan, yang dapat meningkatkan gejala radang sendi.

Studi yang dilakukan pada penderita RA menemukan jika daging merah biasanya memperburuk gejala RA. Selain itu, sebuah penelitian menyebutkan bahwa asupan daging merah yang tinggi dapat menjadi pemicu risiko radang sendi.

2. Makanan Mengandung Gluten


Makanan Mengandung Gluten
Unsplash/Shania Pinnata

Gluten biasanya banyak ditemukan dalam roti yang terbuat dari tepung gandum. Gluten sendiri adalah kelompok protein yang terkandung dalam gandum, barley, maupun triticale (persilangan gandum dan gandum hitam). Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gandum berkaitan dengan meningkatnya peradangan.

Sebaliknya, makanan bebas gluten disebut mampu meredakan gejala radang sendi. Orang dengan penyakit celiac memiliki risiko lebih besar terpapar RA sebaliknya, penderita RA memiliki prevalensi penyakit celiac yang jauh lebih tinggi. Untuk alternatif pengganti gluten, kamu bisa menyimaknya pada artikel ini, ya.

3. Makanan dengan Gula Tambahan


 Makanan dengan Gula Tambahan
Unsplash/Mathilde Langevin

Mulai sekarang, sebaiknya kamu juga mempertimbangkan untuk membatasi asupan gula. Apalagi jika kamu menderita radang sendi. Sebaiknya hindari makanan yang mengandung gula tambahan seperti soda, es krim, maupun saus barbeku. Termasuk juga minuman manis seperti soda.

Sebuah penelitian pada hampir 200.000 wanita menunjukkan adanya keterkaitan antara asupan reguler soda yang diberi pemanis gula dengan peningkatan risiko RA. Yuk, simak juga beberapa bahan alami yang bisa dijadikan sebagai alternatif gula di artikel ini.

4. Makanan Ultra Proses


Makanan Ultra Proses
Unsplash/Jack Hunter

Makanan ultra-proses banyak dijumpai di swalayan namun sayangnya tidak banyak orang yang menyadari dampaknya bagi kesehatan jika mengonsumsi makanan ini. Sama seperti makanan yang diproses lainnya, namun pada jenis makanan yang satu ini produsen makanan menambahkan perisa, gula, lemak, atau pengawet berbahan kimia.

Makanan ultra-proses misalnya seperti makanan cepat saji, sereal, dan makanan yang dipanggang yang biasanya mengandung  biji-bijian olahan, tambahan gula, pengawet, dan bahan yang berpotensi menyebabkan peradangan. Semua kandungan ini dapat memperburuk gejala radang sendi. Oleh sebab itu, mulai sekarang lebih baik kurangi konsumsi makanan ultra-proses.

5. Alkohol


Alkohol
Unsplash/Mae Mu

Mengonsumsi minuman beralkohol rupanya juga bisa memperparah kondisi peradangan pada sendi sehingga penderita dengan gejala radang sendiri harus menguranginya. Beberapa penelitian juga menunjukkan jika asupan alkohol dapat meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahan asam urat.

Penelitian yang dilakukan pada 278 orang yang menderita spondyloarthritis aksial menunjukkan adanya keterkaitan antara asupan alkohol dengan peningkatan kerusakan struktur tulang belakang. Spondyloarthritis aksial adalah radang sendi yang mempengaruhi sumsum tulang belakang dan sendi sakroiliaka.

6. Makanan Berkadar Garam yang Tinggi


Makanan Berkadar Garam yang Tinggi
Unsplash/Stefan Johnson

Penderita arthritis juga sebaiknya mulai mengurangi konsumsi makanan yang mengandung kadar garam tinggi. Makanan tinggi garam misalnya seperti sup kalengan, udang, daging olahan, pizza, dan keju.

Jadi, jika kamu menderita radang sendi dan sangat suka mengonsumsi makanan di atas, sebaiknya mulai mempertimbangkan untuk mengurangi konsumsinya. Sebuah penelitian pada lebih dari 18 ribu orang menunjukkan adanya keterkaitan antara asupan natrium yang tinggi dengan peningkatan risiko RA.

7. Minyak Sayur Tertentu


Minyak Sayur Tertentu
Unsplash/Roberta Sorge

Penderita arthritis sebaiknya juga mempertimbangkan untuk mengurangi penggunaan minyak sayur tertentu. Diet tinggi lemak omega-6 dan rendah lemak omega-3 dapat memperburuk gejala osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Meski lemak dibutuhkan tubuh namun konsumsinya harus seimbang.

Kandungan lemak omega-3 dan lemak omega-6 yang tidak seimbang pada makanan bisa meningkatkan peradangan. Untuk itu, sebaiknya kamu mengurangi asupan makanan tinggi lemak omega-6, seperti minyak nabati dan meningkatkan asupan makanan kaya omega-3 seperti ikan berlemak untuk mengurangi gejala radang sendi.

Untuk pemulihan radang sendi, selain menjalani pengobatan dokter sebaiknya juga diimbangi dengan berolahraga secara teratur. Namun ingat, olahraga juga perlu dilakukan secara hati-hati. Sebab jika tidak, justru bisa menyebabkan cedera. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa menyimak artikel berikut.

You can share this post!

Related Posts