Kabar Baik! Moderna Mulai Uji Klinis Vaksin COVID-19 Untuk Anak-Anak
Pixabay/Hai Nguyen
Dunia
Vaksin COVID-19

Sejauh ini belum ada vaksin COVID-19 yang ditujukan untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun. Kekinian Moderna pun tengah menguji untuk anak-anak usia mulai dari 6 bulan hingga 12 tahun.

WowKeren - Ada sejumlah faktor yang membatasi distribusi vaksin COVID-19, termasuk usia. Diketahui yang pertama kali berhak menerima vaksin COVID-19 adalah usia 18-59 tahun, serta baru-baru ini diperkenankan untuk lansia 60 tahun ke atas.

Dan kabar baiknya, kini sudah ada produsen vaksin yang bersiap menguji klinis produknya kepada anak-anak. Adalah perusahaan Moderna asal Amerika Serikat yang kini sudah memulai pengujian vaksin COVID-19 terhadap anak-anak di bawah usia 12 tahun, termasuk bayi berumur 6 bulan.

Mengutip New York Times uji ini sedianya melibatkan 6.750 anak-anak sehat di Amerika Serikat dan Kanada. Namun Moderna sejauh ini masih enggan menuturkan lengkap berapa banyak relawan yang sudah mendaftarkan diri untuk keperluan penyuntikan dosis pertama uji klinis tersebut, demikian dituturkan Juru Bicara Moderna Colleen Hussey pada Selasa (16/3) waktu setempat.

Uji coba vaksin untuk anak-anak ini pun disambut baik oleh peneliti. "Ada permintaan besar untuk melihat bagaimana dampak vaksinasi COVID-19 terhadap anak-anak," kata Direktur Medis Klinik Vaksin di Universitas North Carolina, Dr. David Wohl, yang tak terlibat dalam penelitian tersebut.


Dalam uji klinis ini anak-anak akan menerima suntikan 2 dosis vaksin dengan interval waktu 28 hari selayaknya lansia. Pengujian pun akan dibagi dalam 2 tahap, yakni untuk anak-anak berusia 2-12 tahun serta tahap kedua menyasar mereka yang berumur di bawah 2 tahun.

Untuk kelompok pertama dengan rentang usia 2-12 tahun, akan menerima 2 dosis vaksin masing-masing 50 atau 100 mikrogram. Sedangkan kelompok kedua menerima 2 dosis vaksin masing-masing 25, 50, atau 100 mikrogram.

Pemberian diawali dengan dosis terendah untuk kemudian diamati reaksinya, baru partisipan selanjutnya mendapat dosis yang lebih tinggi. Peneliti kemudian menentukan dosis yang dianggap paling aman. Dosis ini kemudian yang akan diberikan ke kelompok partisipan berikutnya, diimbangi dengan adanya kelompok kontrol yang hanya diberi suntikan plasebo atau larutan biasa tanpa vaksin.

Sebelumnya Moderna memang sudah menguji coba vaksin yang mereka kembangkan terhadap 3 ribu anak-anak dalam rentang usia 12-17 tahun. Untuk hasil uji cobanya sendiri baru akan dipublikasikan pada musim panas mendatang. Namun kalaupun vaksin ini menunjukkan hasil positif, masih diperlukan pengujian lebih lanjut untuk digunakan oleh anak-anak secara luas.

Moderna sendiri bukan satu-satunya perusahaan pengembang vaksin yang mengujicoba kepada anak-anak. Johnson & Johnson, Pfizer-BioNTech, hingga AstraZeneca pun tengah dalam studi serupa.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts