Bibit Vaksin Merah Putih LBM Eijkman Siap Diserahkan ke Bio Farma, Ditarget Selesai Tahun 2022
pxhere.com/Ilustrasi
Nasional
Vaksin COVID-19

Vaksin Merah Putih merupakan vaksin dalam negeri yang sedang digarap oleh beberapa instansi, salah satunya LBM Eijkman. Saat Ini LBM Eijkman sedang menyelesaikan tahap awal.

WowKeren - Indonesia diketahui sedang memproduksi vaksin hasil dalam negeri. Vaksin tersebut adalah vaksin Merah Putih dan vaksin Nusantara. Keduanya masih dalam tahap proses pengembangan serta penelitian.

Amin Soebandrio selaku Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman menjelaskan perkembangan vaksin Merah Putih yang ditangani olehnya. Menurutnya, bulan Maret merupakan batas waktu yang sudah ditargetkan untuk menyerahkan bibit vaksin Merah Putih ke PT Bio Farma untuk dilakukan uji klinis.

Amin mengatakan jika pada akhir Maret, bibit vaksin Merah Putih akan diserahkan ke PT Bio Farma untuk ditindaklajuti. "Akhir Maret ini, sudah dalam proses transisi penyerahan bibit vaksin itu ke PT Bio Farma," ujar Amin dikutip dari Tempo.co, Jumat (19/3).

LBM Eijkman merupakan salah satu dari enam instansi yang ditunjuk untuk mengembangkan vaksin COVID-19 lokal. LBM Eijkman disebut-sebut sebagai lembaga/institusi yang mengembangkan vaksin Merah Putih tercepat di antara lainnya.


Selain menjabat sebagai Kepala LBM, Amin diketahui juga merupakan Guru Besar Ilmu Mikrobiologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia. Ia menambahkan setelah bibit vaksin diberikan ke PT Bio Farma, prosesnya tidak hanya berhenti sampai di situ. Masih ada proses lainnya yang perlu dilakukan. "Itu memang dilakukan di industri yang memiliki fasilitas cara pembuatan obat yang benar," tutur Amin.

Proses pembuatan vaksin Merah Putih juga masih memerlukan proses di industri, yakni uji pra klinis satu, dua, dan tiga. Menurutnya, estimasi waktu yang dibutuhkan masih sekitar satu tahun lagi. "Diharapkan pertengahan tahun depan kita mendapatkan emergency use of authorization," tambahnya.

Sebelumnya, hal yang serupa juga sudah pernah disampaikan oleh Bambang Heriyanto selaku Juru Bicara dan Sekretaris PT Bio Farma. Selain memperkirakan uji klinis yang akan selesai pada pertengahan tahun 2022, Bambang menambahkan jika perusahaan sedang menunggu regulasi dari pemerintah.

"Nanti di Bio Farma akan dilakukan optimasi dulu, kemudian uji praklinis, uji klinis fase 1, uji klinis fase 2 dan uji klinis fase 3," ujar Bambang. "Perkiraan baru selesai pada kuartal III 2022."

Perkiraan waktu tersebut meleset dari yang sudah direncanakan oleh pemerintah Indonesia, yakni bisa mulai diproduksi pada tahun 2021. Meski demikian, kemunduran produksi vaksin Merah Putih tidak bisa dihindari.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts