Anies Baswedan Ungkap Penyebab Kebakaran Hebat di Matraman yang Tewaskan 10 Orang
Instagram/aniesbaswedan
Nasional

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun mendatangi lokasi kebakaran tersebut dan melakukan peninjauan. Menurutnya, kebakaran kali ini berbeda dari peristiwa-peristiwa sebelumnya.

WowKeren - Kebakaran di Jalan Pisangan Baru III RT.06/10, Matraman, Jakarta Timur, pada Kamis (25/3) dini hari tadi menewaskan 10 orang. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun mendatangi lokasi kebakaran tersebut dan melakukan peninjauan.

"Peristiwa kebakaran ini adalah sebuah musibah yang amat berat," kata Anies pada Kamis hari ini. "Kita kali ini menyaksikan ada empat petak rumah terbakar, jumlahnya hanya empat petak tapi yang meninggal 10 orang, sebuah musibah yang luar biasa."

Menurut Anies, kebakaran kali ini berbeda dari peristiwa-peristiwa sebelumnya. Kebakaran ini diduga kuat berasal dari sebuah motor yang terbakar di luar dan menyambar ke rumah.

"Kali ini penyebabnya bukan listrik dan kompor," terang Anies. "Tapi ada sebuah motor di luar rumah yang terbakar kemudian menutup gang sempit itu."

Lebih lanjut, Anies memastikan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Ia juga mengungkapkan bahwa sosialisasi pencegahan kebakaran terus digalakkan karena masalah listrik dan kompor masih kerap memicu kebakaran.


"Kita melakukan kampanye ada Satgas di tiap kampung untuk mencegah kebakaran karena listrik dan kompor," ungkap Anies. "Karena dua itu yang paling sering."

Anies pun menyerahkan kasus kebakaran di Matraman ini kepada pihak kepolisian. Nantinya, tim dari Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta masih akan terus berkoordinasi dengan polisi. "Tapi penyebabnya dan lain-lain biar polisi yang menangani," pungkas Anies.

Sebelumnya, Kasi Operasional Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan peristiwa tersebut sekitar pukul 04.50 WIB. Sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran pun langsung diterjunkan ke lokasi.

"Saksi melihat api sudah menyala dengan besar," ungkap Gatot. "Kemudian para korban diduga terjebak ketika berusaha keluar menyelamatkan diri bersama anak istri."

Adapun api berhasil dipadamkan satu jam kemudian, sekitar pukul 05.50 WIB. Insiden kebakaran ini diperkirakan menimbulkan kerugian materi senilai Rp 800 juta.

Gatot lantas merinci 10 korban tewas dalam insiden kebakaran ini adalah Sri Mulyani (50), Deby (28), Ria (17), Dani (30), dan Nizan (1,5). Lalu Beni (42), Nova (40), Baeva (15), Fani (20), dan Ni Imam.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts