6 Alasan Drama Jisoo BLACKPINK 'Snowdrop' Tuai Protes Hingga Diminta Batal Tayang
Instagram/sooyaaa__
TV

DC Gallery (fan union) untuk 'Snowdrop' menyerukan pembatalannya dan menjelaskan secara detail apa yang membuat penayangan drama harus dibatalkan melalui enam tuntutan.

WowKeren - Sehubungan dengan kontroversi seputar drama baru JTBC "Snowdrop", DC Gallery (fan union) untuk drama tersebut telah menyerukan pembatalannya. Mereka juga menjelaskan secara detail apa yang membuat penayangan drama Jisoo BLACKPINK (Black Pink) dan Jung Hae In itu harus dibatalkan melalui enam tuntutan.

Selain surat protes yang panjang, DC Gallery telah mengumumkan bahwa mereka sedang mengumpulkan dana untuk truk-truk protes untuk memprotes penayangan "Snowdrop". Surat tersebut menunjukkan semua masalah saat ini yang banyak diangkat dengan drama tersebut, dan menuduh JTBC tidak memberikan pernyataan yang jelas yang menjelaskan kesalahan ini.

"Snowdrop" menghadapi kontroversi karena distorsi sejarah, dengan isu yang sangat sensitif dari Gerakan Demokratik dan Perjuangan Juni sebagai persiapannya. Dalam gerakan tersebut, banyak mahasiswa pengunjuk rasa tewas dan disiksa saat dituduh sebagai mata-mata Korea Utara. Pembantaiant tersebut adalah salah satu yang masih menimbulkan rasa sakit di banyak warga Korea Selatan.

6 Alasan Drama Jisoo BLACKPINK \'Snowdrop\' Tuai Protes Hingga Diminta Batal Tayang

Source: DC Gallery

"Kami sangat meminta agar drama JTBC, 'Snowdrop', dibatalkan. Kami sudah menunggu stasiun penyiaran memberikan penjelasan yang jelas, tapi pernyataan resmi yang dirilis pada 26 Maret 2021 hanya memberikan alasan yang tidak jelas. Kami meminta umpan balik terperinci dan penjelasan langsung mengenai bagian-bagian yang diklaim sebagai penyimpangan sejarah.

"Pertama, bagian sejarah yang menyakitkan, di mana banyak aktivis mahasiswa dituduh sebagai mata-mata dan disiksa secara tidak adil hingga meninggal. Kami meminta penjelasan tentang bagian di mana pemeran utama pria adalah mata-mata dan dia disalahpahami sebagai pemrotes."


"Kedua, kami meminta penjelasan tentang pengaturan pemeran utama pria sebagai mata-mata dan ada narasi yang dapat memberikan romantisasi kepada mata-mata."

"Ketiga, ada bagian sejarah dimana Badan Keamanan Nasional (NSA) menyiksa para aktivis mahasiswa dengan cara memalukan. Kami mengharapkan penjelasan tentang pengenalan karakter ketua tim NSA sebagai 'karakter' yang jujur dan bersemangat yang mengikuti aturan dan jika itu meromantisasi NSA serta jika dia terlibat dalam percintaan apa pun."

"Keempat, nama pemeran utama pria 'Lim XX' dan nama pemeran wanita, 'Youngcho' bukanlah nama yang umum dan merupakan salah satu sosok yang ada sebagai sosok nyata dalam gerakan tersebut. Ini merugikan sosok karena pergaulan. Kami mengharapkan penjelasan tentang ini."

"Kelima, drama ini menggunakan setting tempat Hosu Female University dan ini adalah sekolah yang benar-benar memainkan peran penting dalam pergerakan mahasiswa. Ada beberapa unsur fitnah terhadap gerakan tersebut karena dalam drama tersebut terdapat plot dimana pemeran utama wanita yang merupakan mahasiswa di universitas tersebut menyembunyikan pemeran utama pria di asrama. Kami meminta penjelasan untuk ini."

"Terakhir, kami meminta penjelasan yang memuat opini profesional dari para ahli gerakan demokrasi, dan tidak hanya opini dari tim produksi internal."

"Kami sangat meminta agar drama ini dibatalkan serta produser 'Snowdrop' JTBC memberikan pernyataan yang jelas karena makna dan sejarah gerakan demokrasi adalah sesuatu yang tidak dapat didistorsi dengan cara apa pun."

Hingga saat ini, boikot online terhadap produksi dan penayangan "Snowdrop" sedang berlangsung. JTBC di sisi lain telah merilis pernyataan bahwa drama sama sekali tidak dimaksudkan untuk mendistorsi sejarah Korea Selatan.

(wk/chus)

You can share this post!

Related Posts