Empat Poin Isi Surat Wasiat ZA Perempuan Penyerang Mabes Polri
Nasional
Serangan di Mabes Polri

Sebelum tewas, ZA rupanya meninggalkan surat wasiat untuk keluarganya. Dalam surat tersebut, ada empat poin yang disampaikan ZA. Berikut isi surat wasiat ZA.

WowKeren - Aksi baku tembak dengan polisi terjadi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu (31/3) sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa ini terjadi tak berselang lama setelah Polri melakukan sejumlah penggerebekan terhadap terduga teroris usai ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3).

Identitas perempuan yang menyerang Mabes Polri akhirnya terungkap. Perempuan berinisial ZA itu diketahui lahir pada 14 September 1995 asal Ciracas, Jakarta Timur.

Aksi penyerangan berawal saat ZA masuk dari pintu belakang Mabes Polri. Ia pun bertanya kepada petugas soal kantor pos. Beberapa langkah pergi, ZA kembali ke pos jaga dan melepas enam kali tembakan.

Sebelum tewas, ZA rupanya meninggalkan surat wasiat untuk keluarganya. Dalam surat tersebut, ada empat poin yang disampaikan ZA.

Pertama, ZA meminta meminta maaf kepada orangtuanya. Kedua, ZA merasa bahwa keputusannya itu adalah "jalan rasul".


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wasiat kepada orang yang saya cintai karena Allah. Wahai mamaku, maafin Zakiah yang belum pernah membalas pemberian keluarga. Mama, ayah jangan lupa senantiasa beribadah kepada Allah SWT dan jangan tinggalkan salat. Semoga Allah kumpulkan kembali keluarga di surga," ungkap ZA. "Mama, sekali lagi Zakiah minta maaf. Zakiah sayang banget sama Mama. Tapi Allah lebih menyayangi hamba-Nya, Makanya Zakiah tempuh jalan ini sebagaimana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan Zakiah dan dengan izin Allah bisa memberi syafaat untuk Mama dan keluarga di akhirat. "

Ketiga, ZA meminta agar keluarganya tidak berhubungan dengan bank. Sedangkan yang terakhir, ZA juga meminta agar keluarganya tidak mengikuti Pemilu.

"Pesan Zakiah untuk Mama dan keluarga, berhenti berhubungan dengan bank (kartu kredit) karena itu riba dan tidak diberkahi Allah. Pesan berikutnya agar Mama berhenti bekerja menjadi Dawis yang membantu kepentingan pemerintah thogut," lanjut ZA. "Pesan berikutnya untuk kaka agar rumah Cibubur jaga Dede dan mama, iadah kepada Allah, dan tinggalkan penghasilan dari yang tidak sesuai jaran islam, serta tinggalkan kepercayaan kepada orang-orang yang mengaku mempunyai ilmu, dekati ustad/ulama, tonton kajian dakwah, tidak membanggakan kafir A*** dan memakai hijab kak. Allah yang akan menjamin rezeki kak. Maaf ya kak, Zakiah tidak bisa membalas semua pemberian kakak."

"Untuk Mba Leli agar memperingatkan Mama, jaga Mama ya Mba. Untuk Bp, jangan tinggalkan ibadah solat 5 waktu, maafin ya Mba, pe kalau ada salah lisan dan lainnya. Jaga mama, ayah, dede baik-baik. Mama, Ayah, semua lihat di samping itu adalah tingkatkan amalan. Insya Allah dengan karunia Allah amalan jihad Zakiah akan membantu memberi syafaat kepada keluarga di akhirat. Jihad adalah tertinggi dalam islam," lanjut ZA. "Inti pesan Zakiah kepada mama dan keluarga adalah agar tidak mengikuti kegiatan pemilu. Karena orang-orang yang terpilih itu akan membuat hukum tandingan Allah bersumber Alquran-Assunah."

Di akhir tulisannya, ZA menyebut demokrasi, Pancasila, UUD dan pemilu sebagai ajaran kafir. Ia pun kembali meminta maaf.

"Demokrasi, Pancasila, UUD, pemilu, berasal dari ajaran kafir yang jelas musyrik. Zakiah nasehatkan kepada mama dan keluarga agar semuanya selamat dari fitnah dunia yaitu demokrasi, pemilu dan tidak murtad tanpa sadar," tambah ZA. "Sekali lagi maafkan Zakiah ma, ayah, kakak, Mba Leli, awi, Bpe, ka Effa, dede, Baim, Kevin, semuanya. Maafkan bila ada salah kata dan perbuatan. Semoga Allah kumpulkan kembali di surga-Nya. Amiinn. ZA."

(wk/diah)

You can share this post!

Related Posts