Arab Saudi Izinkan Umrah Saat Ramadan, Ini Syarat yang Harus Diperhatikan
Pixabay/Abdullah_Shakoor
Nasional

Pemerintah Arab Saudi akhirnya memberi lampu hijau untuk calon jemaah umrah selama bulan Ramadan 1442 Hijriyah. Simak persyaratan dan penjelasan lengkapnya berikut ini.

WowKeren - Pemerintah Arab Saudi siap menerima kedatangan jemaah umrah dengan membuka akses Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama bulan Ramadan 1442 Hijriyah. Kendati demikian, izinnya diberikan secara terbatas melalui prosedur yang cukup ketat.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali. "Saudi akan membuka izin umrah mulai awal Ramadhan 1442 H," kata Endang seperti dikutip dari laman kemenag.go.id, Rabu (7/4).

Menurut Endang, izin umrah dibuka untuk warga negara Arab Saudi serta ekspatriat yang saat ini tinggal di Arab Saudi. Pendaftaran e-visa umrah dapat dilakukan melalui aplikasi Eatamarna dan Tawakalna, yang dapat diakses oleh penyelenggara umrah untuk negara yang diizinkan memasuki Arab Saudi.

Selain itu, calon jemaah umrah juga diwajibkan untuk melaksanakan vaksinasi Corona sebelum berangkat. Selama berada di sana pun, para jemaah harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebarluasan virus asal Wuhan tersebut.


Sedangkan untuk persyaratan lainnya berkaitan dengan batasan usia jemaah. "Persyaratan lainnya adalah pembatasan usia jemaah umrah, masih diberlakukan 18-60 tahun, kecuali bagi warga Saudi menjadi sebelum 70 tahun," pungkas Endang.

Selanjutnya, para jemaah tidak diperkenankan menambah anak sebagai pendamping umrah. Sedangkan pemegang izin dapat menambahkan ibunya sebagai pendamping.

Sementara itu, ada beberapa beberapa kategori vaksinasi jemaah yang diizinkan untuk umrah. Pertama, calon jemaah harus sudah disuntik dua dosis vaksin COVID-19. Kedua, calon jemaah yang telah divaksin dosis pertama setidaknya 14 hari sebelumnya. Dan yang terakhir, calon jemaah sudah dinyatakan pulih dan infeksi virus Corona.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyatakan bahwa kebijakan ini akan meningkatkan kapasitas operasional Masjidil Haram selama bulan Ramadan secara efektif. Namun belum diketahui apakah kebijakan tersebut juga akan diterapkan pada calon jemaah haji.

Di sisi lain, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menargetkan vaksinasi COVID-19 bagi calon jemaah haji tuntas pada bulan Mei mendatang. Pemerintah juga tengah melakukan sejumlah persiapan teknis agar lebih siap memberangkatkan jemaah begitu mendapat lampu hijau dari Arab Saudi.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts