Tak Hanya Lobi Tiongkok, Menkes Juga Siapkan Strategi Ini Untuk Antisipasi Embargo Vaksin
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan sejumlah strateginya dalam mengantisipasi dampak embargo vaksin virus corona (COVID-19) di sejumlah negara.

WowKeren - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku tengah bernegosiasi dengan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac, untuk menambah 90-100 juta dosis vaksin COVID-19 bagi Indonesia seiring dengan adanya embargo vaksi di beberapa negara. Tak hanya melobi Tiongkok, Budi rupanya memiliki tiga strategi lain untuk mengantisipasi dampak embargo tersebut.

Yang pertama, Budi memastikan untuk memproteksi suplai vaksin yang ada ketika India melakukan embargo. Diketahui, India merupakan produsen vaksin AstraZeneca yang telah dijanjikan oleh Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) ke Indonesia.

"Kita bernegosiasi keras untuk mengamankan suplai yang sudah dijanjikan sebelumnya," tutur Budi dalam rapat kerja bersama DPR RI pada Kamis (8/4). Menurut Budi, pihaknya telah meminta GAVI untuk memenuhi janjinya dan mencarikan jalan bagi pengadaan vaksin corona di Indonesia.

Tak hanya itu, Budi juga telah bersurat kepada CEO GAVI di Jenewa dan kepada Direktur Jenderal WHO terkait persoalan vaksin ini. Budi mengungkapkan bahwa akan ada konferensi video untuk membahas masalah tersebut.


Kemudian strategi yang kedua adalah mengejar target vaksinasi melalui program Gotong Royong. Sebagai informasi, program Gotong Royong adalah program vaksinasi khusus pekerja yang ditanggung oleh perusahaan. Saat ini ada 35 juta dosis vaksin COVID-19 yang akan tersedia bagi program tersebut.

Lalu strategi yang keempat adalah mencari cadangan vaksin COVID-19 ke Amerika Serikat. Menurut Budi, dirinya sudah memulai diplomasi dan melakukan lobi agar AS mendistribusikan vaksin coronanya untuk Indonesia.

AS sendiri masih belum membuka diri untuk mendistribusikan vaksin coronanya ke negara lain. Namun Budi mengaku AS telah membuka wacana untuk menjual vaksinnya saat program vaksinasi di Negeri Paman Sam sendiri sudah selesai.

"Dengan demikian Indonesia sudah mulai melakukan lobi," pungkas Budi. "Sehingga saat dibuka, Indonesia di daftar paling atas."

Sebelumnya, Budi sempat mengungkapkan bahwa Indonesia kehilangan 10 juta vaksin gratis dari dari kerjasama multilateral GAVI usai India melakukan embargo. Menurut Budi, Indonesia kemungkinan besar hanya akan mendapat 1,3 juta dosis dari total 11,7 juta dosis vaksin AstraZeneca gratis yang dijanjikan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts