PPP Sindir Orang-Orang Lingkaran Presiden Untuk Tak Mendramatisir Isu Reshuffle Kabinet
Instagram/arsul_sani_af
Nasional
Reshuffle Menteri Jokowi

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani memberikan tanggapannya terkait isu perombakan kabinet Indonesia Maju. Ia mengingatkan lingkungan presiden untuk tidak mendramatisir.

WowKeren - Isu reshuffle kabinet Indonesia Maju yang mencuat belakangan ini, mengundang reaksi dari sejumlah pihak, salah satunya politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Isu ini bermula dari peleburan Kementerian Riset dan Tekonologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang kemudian dilanjutkan dengan pernyataan dari Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin.

Arsul Sani selaku politisi PPP memberikan sindiran terhadap orang-orang yang berada di lingkungan dekat Presiden Joko Widodo terkait isu reshuffle kabinet. Ia mengingatkan mereka untuk tidak mendramatisir isu reshuffle kabinet Indonesia Maju yang sedang mencuat. Ia menganggap bahwa perombakan kabinet itu merupakan hal biasa layaknya pergantian pemain sepakbola saat pertandingan.

"Menurut hemat saya, ya sudahlah perombakan kabinet ini jangan kemudian dijadikan spekulasi, termasuk katakanlah (orang-orang) yang ada di lingkaran Istana," ujar Arsul di Jakarta pada Rabu (14/4). "Jangan kemudian seolah-olah peristiwa reshuffle itu didramatisir, jadikan reshuffle sebagai hal biasa, ibarat tim sepak bola, kalau pelatihnya bilang ada yang ditarik keluar, ya kita sikapi biasa saja."


Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum MPR RI itu menyampaikan bahwa perombakan kabinet merupakan prerogatif presiden. Oleh sebab itu, ia meyakini bahwa belum ada pihak lain yang mengetahui siapa yang akan diganti atau akan mengganti posisi pimpinan di kementerian tertentu.

Arsul juga mengatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi atau tawaran khusus dari presiden terkait isu reshuffle kabinet. Menurutnya, perombakan kabinet yang akan dilakukan kemungkinan tidak mengubah komposisi menteri usulan partai politik dan kelompok profesional. "Tidak ada penawaran kursi baru soal posisi kabinet, baik dari partai-partai politik maupun profesional itu sudah tetap," terangnya.

Sama halnya dengan Arsul, Ketua Umum DPP PPP Suharso Manoarfa yang masuk di kabinet sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional mengatakan belum ada pembicaraan mengenai perombakan kabinet dengan presiden. "Belum, belum (komunikasi dengan presiden terkait isu reshuffle)," ujar Suharso.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts