Tak Terima Dengan Sanksi Joe Biden, Rusia Mau Balas Usir 10 Diplomat AS
Instagram/joebiden
Dunia

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Rusia masih berlanjut. Negeri Beruang Putih rupanya tak tinggal diam dengan sanksi yang diberikan oleh AS terkait tuduhan yang dilayangkan.

WowKeren - Langkah Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang memberikan sanksi kepada Rusia rupanya berbuntut panjang. AS menuduh jika Rusia telah melakukan intervensi Pemilu dan juga serangan siber terhadap Washington.

AS bahkan akan mengusir 10 diplomat Rusia di Washington, termasuk, "perwakilan dari dinas intelijen Rusia." Tentu saja hal ini membuat Rusia tak tinggal diam.

Pada Jumat (16/4), Rusia menanggapi rentetan sanksi baru AS dengan mengatakan akan mengusir 10 diplomat AS. Tak cukup sampai di situ, Negeri Beruang Putih juga akan mengambil langkah pembalasan lainnya terkait eskalasi yang menegangkan dengan Washington.

Belum selesai, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov juga mengatakan Moskow akan menambahkan delapan pejabat AS ke daftar sanksinya. Rusia juga akan mengambil langkah tegas dengan menutup organisasi nonpemerintah AS yang tetap berada di Rusia untuk mengakhiri apa yang dia sebut sebagai campur tangan mereka dalam politik Rusia.


Sementara itu AS, selain mengusir 10 diplomat Rusia juga menargetkan puluhan perusahaan dan orang serta memberlakukan pembatasan baru pada kemampuan Rusia untuk meminjam uang.

AS memang memiliki kekuatan untuk melumpuhkan ekonomi Rusia, namun tidak dengan Negeri Tirai Besi. Moskow tidak memiliki kemampuan untuk merespons dengan cara yang sama.

Meski demikian langkah yang diambil Rusia berpotensi merugikan kepentingan Amerika dalam banyak hal lain di seluruh dunia. Lavrov juga memperingatkan Washington jika mereka bergerak lebih jauh hingga menekan Rusia, tak menutup kemungkinan Rusia akan meminta AS untuk mengurangi jumlah kedutaan dan staf konsulernya dari sekitar 450 menjadi 300.

Sebelumnya, Badan intelijen luar negeri SVR Rusia seperti yang dilaporkan kantor berita Interfax, menyebut tuduhan Gedung Putih terkait serangan dunia maya tak lebih dari omong kosong. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan keputusan AS justru akan menimbulkan keraguan tentang kebijakan untuk memakai mata uang dolar AS maupun sistem pembayaran Barat.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts