Belasan Orang Positif COVID-19, Singapura Investigasi Kemungkinan Infeksi Ulang di Asrama Pekerja
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pihak berwenang telah melakukan tes COVID-19 pada semua penghuni di Westlite Woodlands Dormitory setelah seorang pekerja berusia 35 tahun dilaporkan positif pada Selasa (20/4).

WowKeren - Kementerian Tenaga Kerja Singapura mengatakan pihak berwenang tengah melakukan penyelidikan terkait kemungkinan adanya infeksi ulang COVID-19 di asrama pekerja migran. Hal ini dilakukan usai belasan orang dinyatakan positif di tempat tersebut.

Sebagai langkah antisipasi mencegah penularan, ratusan penghuni asrama akan dikirim ke fasilitas karantina pemerintah. Pihak berwenang telah melakukan tes COVID-19 pada semua penghuni di Westlite Woodlands Dormitory setelah seorang pekerja berusia 35 tahun dilaporkan positif pada Selasa (20/4) sebagai bagian dari tes rutin.

Adapun pekerja tersebut sebelumnya telah menyelesaikan vaksinasi keduanya pada Selasa (13/4). Rupanya, teman sekamarnya juga dinyatakan positif. Hingga saat ini, setidaknya ada 10 pekerja yang ditemukan positif COVID-19 usai sembuh.

Oleh sebab itu, Kementerian Tenaga Kerja dalam sebuah pernyataan menyatakan jika kasus ini akan diinvestigasi untuk mengetahui adanya kemungkinan infeksi ulang. "Kasus-kasus ini segera diisolasi dan dibawa ke Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) untuk menyelidiki kemungkinan infeksi ulang," kata mereka.


Sementara itu, Channel News Asia melaporkan jika lebih dari 1.000 orang yang tinggal di blok yang sama dengan asrama itu akan dikarantina. Mereka akan dikirim ke fasilitas pemerintah selama 14 hari.

Singapura terakhir kali melaporkan lebih dari 10 kasus dalam satu hari di antara penghuni asrama pada bulan September, dengan hampir tidak ada infeksi baru selama beberapa bulan terakhir. Negara kota itu secara garis besar telah mengendalikan virus secara lokal dan juga melakukan vaksinasi.

Sementara itu baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tengah melakukan investigasi terkait strain baru virus COVID-19 asal Afrika Selatan yang disebut sudah masuk ke negara itu. Varian ini adalah salah satu yang cukup menjadi perhatian dunia.

"Kami sedang melakukan investigasi lebih lanjut mengapa laporan ini (deteksi B.1.351 di Singapura) belum diverifikasi," kata pihak WHO ketika menanggapi pertanyaan dari Yahoo News Singapura. "Dan akan melakukan penyesuaian di Pembaruan Epi Mingguan berikutnya."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts